Setelah Huawei, Giliran Perusahaan Superkomputer Milik Tiongkok Diblokir AS

Sabtu, 22 Juni 2019 – 23:43 WIB
Ilustrasi superkomputer. Foto: sequoia

jpnn.com - Setelah Huawei, Departemen Perdagangan Amerika Serikat menambahkan beberapa perusahaan superkomputer milik pemerintah Tiongkok ke dalam daftar hitam perdagangan mereka.

Sama halnya dengan Huawei, Sugon, Wuxi Jiangnan Institute of Computing Technology, Higon, Chengdu Haiguang Integrated Circuit dan Chengdu Haiguang Microelectronics Technology dikenai alasan terkait keamanan nasional AS, lansir Reuters.

BACA JUGA: Kamera Intai

BACA JUGA: Huawei: Amerika Terlalu Meremehkan Kami

5 perusahaan komputer super Cina itu karena dianggap mengembangkan superkomputer untuk militer, sehingga sangat berpotensi merusak keamanan nasional AS.

BACA JUGA: Huawei Janji Kembalikan Uang ke Konsumen Jika Tak Bisa Akses Facebook Cs

Selain AS dan negara Eropa, Cina memang diketahui juga turut mengembangkan superkomputer sebagai bagian dari dukungan aktivitas militer.

Lantas, beberapa tahun belakang AS mendapati National University of Defense Technology (NUDT) - akdemi militer top Cina diketahui memanfaatkan prosesor dan perangkat lain asal AS untuk mengembangkan komputer super, yang diyakini mendukung simulasi nuklir dan aktivitas militer Cina. (mg8/jpnn)

BACA JUGA: Menunda Mate X, Huawei Ditengarai Siapkan Ponsel Layar Lipat Lain

BACA ARTIKEL LAINNYA... Huawei Bersiap Rilis Hp Terbaru, Ada 4 Varian


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler