Setnov Lolos dari Jeratan Etik, MKD Dinilai Kalah dari Mafia

Sabtu, 05 Desember 2015 – 03:47 WIB
Setya Novanto/ Dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Percakapan Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin sebagaimana yang diudarakan dua kali dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menurut pengamat politik Ikra Nusa Bhakti bukan pembicaraan biasa.

"Menurut saya, itu bukan perbuatan dan pembicaraan biasa apalagi ecek-ecek," kata Ikrar Nusa Bhakti, di Jakarta, Jumat (4/12).

BACA JUGA: Ini Pesan Irman Gusman untuk Riza Chalid

Oleh karena itu, Ikrar mengkritisi ada kesan dari MKD yang berupaya menggiring opini bahwa diskusi tersebut sebagai pembicaraan biasa. "Pembicaraan tersebut, menurut saya, itu lobi namanya dan memang dimulai dengan tidak serius, nego bisa sambil makan-makan dan main golf," ujarnya.

Selain itu, dia mempertanyakan, kenapa MKD saat sidang perdananya dengan saksi Sudirman Said tidak masuk kepada masalah utama isi percakapan?. "Pada sidang pertama, MKD muter-muter dengan mengajukan pertanyaan ke Sudirman Said, kenapa dilaporkan ini ke MKD?," tegasnya.

BACA JUGA: Bongkar Skandal Papa Minta Saham = Memutus Garong Republik

Kalau MKD terus seperti ini, dia khawatir semakin hari semakin masuk angin. "Bukan mustahil, jangan-jangan benar apa yang dibicarakan anggota MKD sendiri, ketika dilakukan voting pelanggaran etik berat justeru jawabannya Setya Novanto tidak melakukan itu. Kalau MKD ini gagal berarti negara kalah dengan mafia," terang Ikrar.

Indikasinya, hari pertama MKD masih ada 10 orang yang mengatakan mari kita buka hasil pembicaraan. "Tapi kemarin pas Maroef Sjamsuddin hadir sebagai saksi, terjadi perubahan, sebagian besar majelis menyudutkan MS," tandasnya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Wakaf 1 Juta Quran Braille: Syekh Ali Jaber Mengaji Bersama 1000 Tunanetra

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Dirusak Pencoleng! Rakyat Marah dan Muak!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler