Seusai Pabrik Alami Over-Firing, PT PKT Pastikan Kondisi Aman dan Terkendali

Senin, 25 Juli 2022 – 20:53 WIB
SVP Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Teguh Ismartono memastikan kejadian over-firing dan shutdown sudah aman dan terkendali. Foto: dok PKT

jpnn.com, JAKARTA - SVP Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Teguh Ismartono memastikan kejadian over-firing dan shutdown sudah aman dan terkendali.

Teguh mengatakan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban dan dapat dipastikan tidak ada gas beracun yang ditimbulkan.

BACA JUGA: Cetak SDM Andal dan Kompeten, PKT Gelar 3 Program Magang

"Meskipun operasional di pabrik tersebut dihentikan sementara. Kondisi pabrik lima PKT saat ini terpantau kondusif dan proses investigasi akan penyebab kejadian tengah dilakukan," ujar Teguh, Senin (25/7).

Teguh menjelaskan operasional di seluruh pabrik PKT senantiasa dikontrol selama 24 jam melalui central control room sehingga saat terjadi malfungsi di salah satu pabrik dapat ternotifikasi secara real time oleh tim.

BACA JUGA: Presiden Majelis Adat Dayak Mengapresiasi Kontribusi PKT Terhadap Masyarakat dan Daerah

Kemudian, ditindaklanjuti dengan melakukan shut down operasional pabrik meskipun sempat terjadi over-firing saat dilakukan proses restart.

"Dapat kami konfirmasi bahwa proses penanganan sesuai prosedur K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) telah dilakukan secara sigap dan tidak ada korban serta gas beracun yang ditimbulkan dari kejadian tersebut," ungkapnya.

BACA JUGA: Lewat Kurban Online Baznas, UPZ PKT Sasar Mustahiq Hingga Ujung Negeri

Menurutnya, proses investigasi mendalam tengah dilakukan dan jika ditemukan kerusakan akan segera ditangani.

Namun, dapat dipastikan operasional Pabrik 5 tidak terkendala dan produksi urea di Pabrik 5 tetap berjalan normal dengan menggunakan pasokan amoniak dari pabrik lain.

Pihak PKT juga memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu suplai pupuk ke wilayah-wilayah yang telah menjadi tanggung jawab perusahaan.

Terkait keamanan stok pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri, perusahaan mencatat per 21 Juli 2022, PKT telah memproduksi urea sebanyak 1.873.674 ton dan memiliki stok pupuk urea subsidi di semua lini sebanyak 77.829 ton yang siap disalurkan, 310 persen lebih banyak dari alokasi target stok pupuk yang ditetapkan.

Selain itu, terdapat stok urea non-subsidi sebanyak 305.048 Ton sebagai cadangan penyaluran pupuk subsidi di lini 1.

Lebih lanjut, dalam menjalankan operasional pabriknya, PKT senantiasa mengedepankan dan menerapkan sistem manajemen, best practice, serta prosedur K3 perusahaan dengan baik, sesuai dengan standard tertinggi di industri dan ketetapan pemerintah.

Berkat prosedur tersebut, PKT dapat menekan tingkat kecelakaan kerja hingga tanggal 23 Juli 2022 dengan total 49.9 juta jam kerja selamat (safe man hours) atau 2356 hari.

Hal ini juga menjadi strategi mitigasi yang efektif ketika terjadi abnormalitas dalam kegiatan produksi pabrik, seperti yang terjadi di Pabrik 5 tersebut. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pupuk   PKT   pupuk subsidi   K3   pabrik  

Terpopuler