Seusai The Fed Bertindak, Harga Emas Ambrol

Sabtu, 24 September 2022 – 06:17 WIB
Harga emas berbalik melemah dari kenaikan dua sesi sebelumnya, tertekan penguatan USD dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Foto Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Emas berbalik melemah dari kenaikan dua sesi sebelumnya, tertekan penguatan USD dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian, Jumat 23 September 2022, Mau Jual Atau Beli?

Seperti diketahui, Federal Reserve mengangkat suku bunga acuannya dalam ukuran jumbo untuk ketiga kalinya.

Imbal hasil obligasi, mengikuti obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, mencapai tertinggi 12 tahun setelah mencapai puncak sesi terbaru di atas 3,8 persen.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian, Kamis 22 September 2022, Waktunya Borong

Imbal hasil mencerminkan apa yang disebut suku bunga riil, atau di mana pasar berpikir suku bunga pinjaman utama yang ditetapkan oleh Federal Reserve akan terus bergerak naik.

The Fed pada Rabu (21/9) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk bulan ketiga berturut-turut, membawa suku bunga pinjaman utama ke puncak 3,0 persen atau 0,8 persen di bawah tingkat imbal hasil obligasi.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian, Senin 19 September 2022, Masih Bisa Diborong

Selain itu, Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan tidak akan ada jeda untuk saat ini dalam siklus kenaikan suku bunga karena berjuang untuk membawa inflasi yang memanas ke target lama 2,0 persen per tahun.

"Penembusan emas di bawah USD 1.680 adalah masalah besar tetapi belum benar-benar menjadi katalis untuk apa pun sejak itu," kata analis di platform perdagangan daring OANDA Craig Erlam.

Di sisi lain, survei indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS oleh S&P Global naik ke 51,8 pada September, padahal para ekonom memperkirakan indeks akan tergelincir ke 51,1, dengan PMI jasa-jasa AS naik menjadi 49,2 pada September dari 43,7 pada Agustus.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 25,50 atau 1,52 persen, menjadi ditutup pada USD 1,655,60 per ounce.

Emas menetap di level terendah sejak awal April 2020, dan turun 1,7 persen untuk minggu ini.

Emas berjangka terangkat USD 5,40 atau 0,32 persen menjadi USD 1.681,10, setelah terdongkrak USD 4,60 atau 0,28 persen menjadi USD 1.675,70 pada Rabu (21/9).

USD menguat secara luas terhadap rival utama pada perdagangan Jumat (23/9), dengan indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 1,65 persen menjadi 113,1890. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler