Shinta Utami Menebar Inspirasi dari Atas Kursi Roda

Jumat, 07 April 2017 – 06:11 WIB
Shinta Utami di atas kursi roda. FOTO: Andrian Gilang/JPNN.com

jpnn.com - Menjadi penyandang disabilitas tidak membuat Shinta Utami minder. Bahkan, dengan keterbatasannya, dia berusaha memotivasi sesama penyandang disabilitas dan masyarakat supaya berani mewujudkan mimpi.

Adrian Gilang, Jakarta

BACA JUGA: DKI Akan Beli Bus Toilet Khusus Penyandang Disabilitas

Saat ini Shinta tengah mempersiapkan kursi roda yang menjadi kendaraannya untuk melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta. Ini adalah perjalanan kedua Shinta. Sebelumnya, dia telah mengelilingi nusantara dengan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.

Kursi roda yang Shinta gunakan untuk perjalanan Yogyakarta ke Jakarta juga telah dimodifikasi. Terdapat rak untuk menyimpan barang dan roda tambahan di bagian depan serta belakang kursi roda.

BACA JUGA: KCJ Siapkan Layanan Baru bagi Penyandang Disabilitas

Shinta dengan telaten menyiapkan segala kebutuhan untuk melakukan perjalanan sejauh 530 kilometer tersebut yang diberi nama Journey of Dreams.

"Perjalanan ini adalah perjalanan mimpi. Mimpi yang memotivasi saya untuk melakukan perjalanan. Saya ingin menginspirasi semua orang, tidak hanya penyandang disabilitas, untuk mewujudkan mimpi," kata Shinta ketika ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4),

BACA JUGA: Kabar Gembira dari Transjakarta buat Para Difabel

Shinta akan memulai perjalanannya dari Yogyakarta pada Senin (10/4) mendatang. Dalam perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar 20 hari itu, dia membawa beberapa perlengkapan, seperti kelambu, matras, pakaian dalam, dan lima baju.

"Baju saya memang khusus buat traveling, jadi satu malam kering. Ini (rak di kursi roda) bisa menjadi tempat jemuran," ucap Shinta.

Shinta melakukan perjalanan bukan untuk bersenang-senang. Lewat perjalanannya, perempuan 32 tahun itu ingin membangun kesadaran masyarakat mengenai penyandang disabilitas.

Selain itu, Shinta ingin menumbuhkan kesadaran pemerintah untuk memperbanyak akses bagi penyandang disabilitas. Sebab, jumlahnya masih kurang memadai. "Fasilitas publik harus ada akses untuk disabilitas," ucapnya.

Sebelum memulai perjalanan, Shinta menyiapkan fisiknya. Dia melakukan latihan dengan berjalan menggunakan kursi roda sejauh lima hingga sepuluh kilometer. Pasalnya, Shinta menargetkan bisa menempuh jarak 27 kilometer per hari dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta.

Pandangan negatif ditujukan kepada Shinta ketika memulai Journey of Dreams. Dia dituding melakukan perjalanan demi mendapatkan uang. Namun, Shinta berusaha untuk tidak memusingkan pandangan negatif tersebut.

"Orang berpandangan saya ngemis gaya baru. Pada saat saya latihan, ada yang kasih duit saya Rp 5 ribu, Rp 10 ribu," ucap perempuan kelahiran Riau itu.

Pengalaman tidak menyenangkan juga Shinta alami ketika semasa kecil. Kala itu, anak pertama dari empat bersaudara ini, sempat tidak diterima sekolah karena kondisi fisiknya. Pandangan miring masih dirasakan oleh Shinta ketika duduk di bangku kuliah hingga masuk dunia kerja.

"Saya pernah ngelamar kerja waktu tamat kuliah. Saya masuk kantor, semua orang kantor ngeliatin karena jalan saya. Ada yang terang-terangan 'Enggak bisa di sini karena kantornya masih pakai tangga'," tutur Shinta.

Meski dari luar terlihat tegar, Shinta mengaku, pernah berada dalam kondisi terpuruk. Kendati demikian, dia berusaha untuk bisa keluar dari kondisi itu.

"Orang mungkin nolong, tapi enggak mungkin sampai level yang kita mau kan. Enggak ada orang yang tolong diri kita, kalau enggak kita sendiri. Itu kunci di diri saya," ujar Shinta.

Ketika umur 11 tahun, Shinta sudah tidak tinggal bersama keluarga. Dia diasuh oleh neneknya dan kemudian masuk sekolah asrama. Hal ini membuat dia bisa hidup mandiri.

"Susah sih nyuci, melakukan segala macam sendiri, tapi sekarang saya bersyukur banget, karena saya bisa kerjain sendiri segala sesuatunya. Emang pengin sendiri (tinggal enggak bersama orang tua)," ucap Shinta.

Meski begitu, orang tuanya selalu mendukung setiap perjalanan yang dia lakukan. "Kalau saya jalan, saya bilang sama bapak saya," kata Shinta.

Shinta berharap perjalanannya dari Yogyakarta ke Jakarta bisa berjalan dengan lancar. "Mudah-mudahan enggak kenapa-kenapa. Doain ya," ucapnya sembari tersenyum.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Djarot: Semua Kaum Disabilitas Dapat Kartu Transjakarta


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler