Siap Usung Jokowi Lagi, Hanura Pasti Dapat Jatah Menteri

Sabtu, 05 Agustus 2017 – 12:54 WIB
Presiden Joko Widodo dan Oesman Sapta Odang jelang pembukaan Rapimnas I Hanura di The Stones Hotel Kuta, Badung, Bali, Jumat (4/8). Foto: Fathan Sinaga/JPNN.Com

jpnn.com, BADUNG - Partai Hanura telah meresmikan keputusannya untuk mengusung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Jika Jokowi terpilih lagi, Hanura pun berharap punya tambahan jatah menteri di kabinet.

Ketua DPP Hanura Fauzi Amroh mengatakan, dalam dukungan politik tidak ada yang gratis. Dengan dukungan ini, dia mengindikasikan kader Partai Hanura di Kabinet Kerja bukannya berkurang, melainkan bisa berambah.

BACA JUGA: Begini Respons Hanura soal Pangkostrad Mendaftar jadi Cagubsu

"Pasti ada jatah dari presiden. Cuma porsinya, seberapa besar kursinya berapa, kalau persentasenya kecil berapa kursi, kalau masuk belakangan berapa kursi, itu lain," kata Fauzi di sela-sela Rapimnas Pertama Partai Hanura di Hotel Stones, Bali, Sabtu (5/8).

Sebelumnya, ada dua politikus Hanura yang menjadi menteri di Kabinet Kerja. Yakni Saleh Husin sebagai menteri perindustrian dan Yuddy Chrisnandi sebagai menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

BACA JUGA: Baca Nih, Tridianto Bandingkan Pembangunan Era SBY dengan Jokowi

Namun, ketika Presiden Jokowi melakukan reshuffle kedua pada 2016, Jokowi menunjuk Wiranto sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan (Menkopolhukam). Sedangkan Saleh dan Yuddy diganti.

Meski demikian Fauzi mengakui bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Namun, dia meyakini bahwa Hanura sebagai partai pengusung dan pendukung Jokowi pasti punya jatah di kabinet.

BACA JUGA: Peserta Rapimnas Hanura Meninggal di Warung akibat Serangan Jantung

“Maksud saya dengan koalisi pemerintah, pasti otomatis sudah clear masuk kepada kabinet. Berapa porsinya, ya presiden yang tahu," tambah Fauzi.

Sekretaris Panitia Pengarah Rapimnas I Hanura itu menegaskan, dukungan partainya ke Jokowi tak membuat jatah kursi di kabinet akan hilang. Dia menambahkan, selalu ada kontrak politik di dalam dukungan tersebut.

"Enggak adalah (tidak dapat kursi). Politik enggak ada yang gratis. Itu yang penting. Enggak ada, (misal) yang dukung gua, tiba-tiba lu yang jadi, gue enggak jadi. Enggak mungkinlah. Enggak ada yang ikhlas seratus persen di politik," tegas Fauzi.(mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ha Ha Ha... Ancaman Pak Oso Bikin Panglima TNI Stres


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler