Siapa 5 Pemain Indonesia Paling Layak Bermain di J League?

Sabtu, 20 Februari 2021 – 21:17 WIB
Para pemain Indonesia dianggap layak bermain di J League. Foto: J League

jpnn.com, JAKARTA - Banyak pesepak bola Indonesia yang dianggap sangat layak bermain di J League.

Sebab, mereka memiliki kemampuan mumpuni untuk berkarier di Liga Jepang.

BACA JUGA: Bursa Transfer: Mbappe ke Madrid, Gelandang Maut ke Liverpool

Salah satunya ialah Ryuji Utomo. Penggawa Persija Jakarta itu disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia.

Musim lalu, Skor.id sebagai partner resmi J League melakukan polling soal pemain Indonesia yang layak bermain di Liga Jepang.

BACA JUGA: Bursa Transfer: Messi ke PSG, Bek Tangguh ke Chelsea

Dari 25 nama kemudian terpilih 15 nama teratas yang sekarang akan dijaring kembali menjadi lima besar.

Kalian bisa memilih pemain yang menurut kalian paling layak lewat polling di akhir artikel ini.

Berikut ini 15 pemain berusia 18 sampai 25 tahun asal Indonesia yang mungkin paling layak bermain di J League. Silakan memiliha melalui polling

1. Ryuji Utomo (Persija/Penang FC)

Ryuji adalah salah satu pemain Indonesia yang punya pengalaman membela klub di luar negeri.

Dia pernah terpilih masuk dalam tim SAD Indonesia yang berlatih di Uruguay pada periode 2011-2012.

Setelah itu pernah memperkuat klub Bahrain, Al Najma, serta berkiprah di kompetisi Liga Thailand bersama PTT Rayong.

Saat ini, Ryuji sedang menjalani masa peminjaman di klub Malaysia, Penang FC, dari Persija Jakarta.

Ryuji bisa dibilang salah satu pemain yang begitu fokus dalam menjaga standar fisiknya. Sikap disiplin seperti itu sangat dibutuhkan untuk para pemain yang ingin berkiprah di J.League.

Dengan berbagai pengalamannya di level internasional, dia layak dilirik salah satu klub Meiji Yasuda J1 League.

2. Yanto Basna (PT Prachuap FC)

Pemain asal Papua ini sudah tiga tahun terakhir bermain di Liga Thailand.

Mulai dari Khon Kaen FC pada 2018, Sukhothai FC (2019), serta PT Prachuap FC pada musim ini.

Dia pun mengakui memiliki hasrat untuk bisa berkompetisi di J League.

3. Amiruddin Bagus Kahfi (FC Utrecht)

Bagus baru saja bergabung ke klub Liga Belanda FC Utrecht dari Barito Putera.

Pemuda asli Magelang ini adalah tipe penyerang haus gol dan usianya masih muda.

Pada umur 18 tahun, Bagus Kahfi kini sedang mencoba untuk main di luar Indonesia

Kemampuan pemain timnas U-19 Indonesia era Fakhri Husaini tersebut akan makin matang di Negeri Sakura yang sering memaksimalkan bakat pemain muda.

4. Evan Dimas (Persija)

Ketika namanya mencuat saat membawa timnas U-19 Indonesia juara di Piala AFF U-19 2013, Evan Dimas langsung dikait-kaitkan dengan berbagai klub di Eropa.

Dia sempat diperebutkan oleh Chonburi FC (Thailand) dan Selangor FA (Malaysia), tetapi pada akhirnya lebih memilih memperkuat Selangor FA pada 2018.

Evan sempat mengutarakan hasratnya untuk bermain di Jepang, dan ia ingin lebih dulu berkiprah di Thailand agar bisa dilirik oleh klub-klub Negeri Matahari Terbit. Karena tak jarang para pemain dari Liga Thailand direkrut oleh klub-klub Jepang.

5. Saddil Ramdani (Sabah FC)

Saddil Ramdani adalah pemain yang punya kelebihan dalam kecepatan, serta memiliki tendangan jarak jauh yang cukup mematikan.

Dia bahkan pernah dalam waktu beruntun memperkuat timnas U-19, U-22, serta senior.

Hal itu menunjukkan kualitasnya layak untuk berkiprah di klub luar negeri.

Pada musim lalu, dia sempat memperkuat klub Malaysia Pahang FA. Tak salah jika ia mulai membuka peluang untuk berkiprah di Liga Jepang.

6. Febri Hariyadi (Persib)

Pemain sayap Persib ini punya permainan yang tak kenal lelah ketika di atas lapangan.

Kecepatannya kerap merepotkan lini pertahanan lawan.

Selain itu, ia juga punya tendangan keras dari luar kotak penalti yang kerap menjadi gol untuk membantu timnya memenangi pertandingan.

Kemampuan yang dimiliki Bow, sapaan akrab Febri Hariyadi, bisa bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama klub Meiji Yasuda J.League.

7. Osvaldo Haay (Persija)

Osvaldo adalah top skor SEA Games 2019. Padahal, dia tadinya merupakan pemain sayap dan diubah sedikit posisinya sebagai penyerang utama pada ajang tersebut oleh pelatih Indra Sjafri.

Hasilnya, ia menjadi salah satu pemain yang paling diperebutkan menjelang musim 2020. dia memilih untuk berlabuh di Persija Jakarta.

Sebelumnya, dia juga sempat mengikuti trial di klub Spanyol CD Numancia pada 2019.

Kecepatan dan ketajaman di depan gawang lawan bisa menjadi salah satu penilaian tersendiri bagi klub-klub Meiji Yasuda J1 League untuk merekrut pemain asal Papua ini.

8. Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica)

Witan Sulaeman menjadi salah satu pemain yang sulit tergantikan posisinya di timnas U-19 Indonesia saat ini.

Setidaknya, hal itu yang terlihat dalam banyak uji coba timnas U-19 di Kroasia, beberapa waktu lalu.

Witan saat ini berstatus sebagai pemain FK Radnik Surdulica. Potensi yang dimiliki Witan membuatnya layak untuk bermain di Meiji Yasuda J1 League.

Punya kecepatan di sisi sayap, ia juga bisa menjadi pemecah kebuntuan tim.

9. Amiruddin Bagas Kaffa (Barito Putera)

Bagas Kaffa menjadi salah satu pemain yang cukup berprestasi di level timnas usia muda. Dia pernah membawa timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018.

Kini, ia pun sering menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong di timnas U-19 Indonesia. Setidaknya dalam beberapa uji coba di Kroasia, beberapa waktu lalu.

Sebagai bek sayap, akselerasinya kerap diakhiri dengan mencetak gol maupun menjadi pengumpan yang andal untuk bisa diteruskan rekan setimnya menjadi gol.

Mengikuti program Garuda Select jilid I dan II, bisa menjadi bekalnya berkiprah di klub luar negeri seperti Jepang.

10. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk)

Egy Maulana Vikri menjadi salah satu pemain muda Indonesia yang berkiprah di klub luar negeri.

Egy yang memiliki kelebihan di kaki kirinya pun bisa dimainkan sebagai seorang winger maupun penyerang lubang.

Kini dia berstatus sebagai pemain klub Polandia Lechia Gdansk. Meski masih belum begitu banyak mendapatkan kesempatan bermain di tim utama, dia secara perlahan mulai mendapatkan kepercayaan dari pelatih Lechia Gdansk.

Pindah ke Meiji Yasuda J1 League bisa menjadi opsi, untuk lebih menambah jam terbangnya di klub luar negeri.

11. Asnawi Mangkualam Bahar (Ansaan Greeners)

Asnawi Mangkualam Bahar pernah disebut pelatih Indra Sjafri adalah bek kanan terbaik untuk usianya saat masih memperkuat timnas U-22 Indonesia di Piala AFF U-22 2019 dan SEA Games 2019.

Asnawi yang kini berstatus sebagai pemain klub Korea Selatan, Ansaan Greeners.

Artinya, bermain di Meiji Yasuda J1 League bukan sebuah hal yang mustahil bagi pemain asal Makassar itu.

12. Todd Rivaldo Ferre (Persipura/Lampang FC)

Todd adalah salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Persipura Jayapura.

Kualitas yang dimilikinya membuatnya pernah meraih penghargaan individu.

Pertama, dia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 U-19 2017.

Todd Rivaldo Ferre juga pernah terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga 1 2019.

Kini, Todd Rovaldo Ferre sedang mencoba peruntungan di Liga Thailand dengan memperkuat Lampang FC.

13. Beckham Putra Nugraha (Persib)

Beckham Putra Nugraha mampu menembus tim utama Persib Bandung di usia yang masih sangat muda.

Hal itu tidak terlepas dari kualitas yang dimiliki adik kandung dari Gian Zola Nugraha tersebut.

Bermain sebagai seorang gelandang, dia bisa menjadi penyuplai bola yang baik untuk rekannya di lini depan.

Bahkan, tak jarang penetrasi yang dilakukannya dari sisi tengah membuat pemain bertahan lawan harus menghentikan pergerakannya dengan keras.

14. Pratama Arhan (PSIS)

Nama Pratama Arhan makin mencuat saat performanya menjadi salah satu yang menonjol bersama timnas U-19 Indonesia dalam banyak uji coba di Kroasia, beberapa waktu lalu.

Bermain di posisi bek kiri, Arhan bisa dibilang menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong.

Tidak hanya kuat dalam bertahan, dia juga kerap rajin membantu penyerangan.

Keistimewaannya yang paling terlihat, adalah lemparan ke dalamnya yang cukup jauh hingga kerap menjadi assist untuk rekan setimnya dalam mencetak gol.

15. David Maulana (Barito Putera)

David Maulana adalah kapten timnas U-19 Indonesia saat ini. Punya jiwa kepemimpinan yang baik menjadi salah satu kelebihannya.

Bermain sebagai gelandang bertahan, David dikenal punya visi bermain yang baik di atas lapangan.

Pemain Barito Putera itu pun dikabarkan sudah dilirik klub Eropa saat ikut berlatih di tim Garuda Select jilid I dan II. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler