Siapa Pawang Hujan G20 di Bali? Simak Ini Saja, ya

Rabu, 16 November 2022 – 14:56 WIB
Tim operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem agar gelaran KTT G20 di Bali. Foto: ANTARA/HO-BMKG

jpnn.com - JAKARTA – Barangkali Anda juga penasaran siapa sih pawang hujan yang disewa jasanya untuk mendukung gelaran Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali?

Belum ada keterangan resmi dari pemerintah soal ada tidaknya pawang hujan demi kelancaran acara level internasional tersebut.

BACA JUGA: Presiden Prancis Emmanuel Macron Tiba-Tiba Berjalan Kaki, Irjen Putu Beraksi, Lihat

Pekan lalu, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara RI Setya Utama tidak membantah kemungkinan memakai jasa pawang hujan.

"Pawang hujan, ya kami kerahkan apa yang bisa. Mungkin doa bersama lah ya," kata Setya Utama dalam konferensi pers virtual, Senin, 7 November 2022.

BACA JUGA: Emmanuel Macron Tiba-Tiba Berjalan Kaki, Polisi Sigap Memberi Pengawalan

Nah, salah satu upaya yang dilakukan ialah menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mendukung KTT G20 di Bali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebanyak 29 ton garam (NaCl) telah ditabur di langit Bali.

BACA JUGA: Delegasi G20 Pakai Pesawat Pribadi Didatangi Petugas Imigrasi

"TMC ini bagian dari skenario mitigasi cuaca yang dipersiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem agar gelaran KTT G20 di Bali berjalan dengan lancar dan sukses, serta semua kepala negara dan delegasi dapat melaksanakan pertemuan dengan aman dan nyaman," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/11).

Sedikitnya 28 sorti dengan total bahan semai sebanyak 29 ton garam telah ditabur di langit Bali oleh Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) hingga 16 November 2022.

Operasi TMC itu bekerja sama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu telah digelar sejak 10 November 2022.

Kegiatan TMC yang dikoordinatori oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini dikendalikan dari dua posko yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Dwikorita menjelaskan, operasi TMC itu disesuaikan dengan target di mana penyemaian inti kondensasi (garam) dilakukan ke awan-awan hujan yang telah terdeteksi.

Penyemaian garam ini, lanjut dia, dilakukan agar proses kondensasi berlangsung lebih cepat dan hujan dapat segera turun sebelum awan-awan hujan tersebut mencapai lokasi KTT G20.

"Dukungan BMKG yaitu dengan menyediakan informasi arah angin, lokasi keberadaan awan target, prediksi cuaca serta potensi pertumbuhan awan hujan selama acara G20 berlangsung," kata Dwikorita.

Berdasarkan informasi tersebut, kata dia, tim penyemai garam dari BRIN bersama satuan TNI AU akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan rencana penyemaian awan hujan yang telah diidentifikasi oleh BMKG sebelumnya.

"Insya Allah, kami optimistis dengan adanya kegiatan TMC di Lombok dan TMC di Banyuwangi pelaksanaan KTT G20 berjalan dengan lancar dan sukses," ujar Dwikorita. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler