Sirkuit Mandalika Masih Cadangan, Berikut Penjelasan Penyelenggara MotoGP Indonesia

Senin, 09 November 2020 – 21:49 WIB
Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia 2021. Foto: antara

jpnn.com, JAKARTA - Sirkuit Mandalika masuk dalam kalender MotoGP 2021 yang baru dirilis Dorna Sports, pada Jumat (6/11) lalu.

Namun, Sirkuit Mandalika masuk dalam daftar reserve (cadangan) grand prix venues bersama Sirkuit Algarve di Portugal, dan Sirkuit Igora Drive di Rusia.

BACA JUGA: Mandalika Racing Team Indonesia Resmi Diluncurkan

Pengumuman tersebut, tentu menimbulkan perbincangan hangat bagi para pencinta MotoGP di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia sudah digembar-gemborkan akan menjadi tuan rumah balapan motor paling populer di dunia itu pada Oktober 2021.

BACA JUGA: Belasan Pasangan bukan Muhrim Asyik Berduaan di Kamar, Hhmm

Terkait itu, Chief Strategic and Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Happy Harianto belum bisa memberikan kepastian apakah balap MotoGP jadi dilaksanakan di Sirkuit Mandalika tahun 2021 mendatang.

“Banyak yang menyebutkan Indonesia masuk sebagai sirkuit cadangan. Reverse date atau plotting date, jika diartikan bukan cadangan maksudnya,” jelas Happy saat dikonfirmasi Radar Lombok, Minggu (8/11).

BACA JUGA: Oh, MotoGP Indonesia di Mandalika Masih jadi Cadangan dalam Kalender 2021

Menurutnya, sirkuit lain yang sudah mendapatkan tanggal karena telah terhomologasi.

“Sebelumnya sudah pernah dipakai untuk MotoGP. Sementara Sirkuit Mandalika kan dibangun dari nol jadi butuh homologasi dulu,” katanya.

Proses homologasi sendiri memang dilalukan untuk sirkuit yang pertama kali akan menggelar MotoGP, "Nah Sirkuit Mandalika ini kan digunakan untuk pertama kalinya."

"Jadi nanti sirkuit dilihat dari treknya sendiri seperti apa, aspalnya seperti apa. Pit dan paddock posisinya di mana. Peralatan yang diminta oleh FIM apakah semuanya sudah tersedia, akses jalannya bagaimana,” jelas Happy.

Ia menegaskan, MGPA akan mengadakan pengumuman lanjutan dalam waktu dekat ini.

"Terutama untuk hal-hal penting yang harus diketahui masyarakat terkait dengan Indonesian GP 2021 di Mandalika," kata Happy lagi.

Sementara itu, CEO MGPA Ricky Baheramsjah menyambut baik kalender MotoGP sementara tersebut.

"Indonesia masuk dalam reserve date, di mana Indonesia diberikan perlakuan khusus yaitu Indonesia menentukan sendiri kapan waktu pelaksanaan yang terbaik menurut MGPA,” katanya.

Menurut Ricky, Reserve date memang tidak umum hanya negara tertentu yang bisa mendapat perlakukan khusus.

Situasi dunia akibat pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi 6 bulan ke depan.

Dengan adanya reserve date, Indonesia akan memiliki waktu fleksibel untuk melihat apakah tanggal tersebut nantinya akan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

“Fokus kami tetap sama yaitu menyelesaikan konstruksi dan proses homologasi serta kesiapan operasional untuk 2021,” tandasnya. (zwr/met)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler