Siswa SMP Tawuran, Satu Ditusuk

Sabtu, 14 Januari 2012 – 15:20 WIB

PADEK--Kenakalan pelajar semakin mengkhawatirkan. Aksi tawuran bukan saja terjadi di kalangan siswa SMK, tapi telah merembet ke siswa SMP dengan melibatkan jumlah sekolah yang lebih luas. Kemarin (13/1), puluhan pelajar dari enam SMK, SMA dan SMP terlibat bentrok di Jalan Damar, Padang Barat. Perang batu dan saling serang tak terelakkan. Akibatnya, seorang pelajar menderita luka tusuk. Dalam kejadian itu, belasan pelajar ditangkap polisi.

Polisi juga menyita sebuah golok, pisau, gear (gigi tarik sepeda motor) dan ikat pinggang berkepala besi sebagai alat tawuran. Puluhan pelajar yang terlibat bentrok tersebut ada empat SMK, satu SMA dan satu SMP. Di antaranya; SMK 5, SMK 1 Kosgoro, SMK 1 Muhammadiyah, SMK 8, SMA PGRI 6 dan SMP PGRI 1. Tidak diketahui pasti apa penyebab bentrok enam sekolah ini.
 
Mereka yang tertangkap, Tedi Pratama, 17, SMK 1, Eza Agusta, 17, Dino Nasution , 17, dan Ongki Alexander, 17, SMK Kosgoro. Kemudian Roli Saputra, 17, SMK 8, Rian Handika, 17, SMK 1 Muhammadiyah, Rendi, 17, SMK Kosgoro dan seorang pelajar SMP PGRI 1, Juni , 14.

Seorang pelajar yang kena tusuk diamankan ke Polsekta Padang Barat. Namun saat didatangi wartawan ke Mapolsek, pelajar tersebut sudah tidak ada. "Tadi memang ada yang datang ke sini untuk melaporkan peristiwa tersebut. Namun karena orang yang datang melapor cukup ramai dan dia langsung pergi dan menghilang. Kita tidak mengetahui ke mana perginya," kata salah seorang personel SPK Polsekta Padang Barat.

Dalam sehari kemarin, terjadi dua kali tawuran. Pertama, di perempatan Jalan Damar sekitar pukul 13.00. Di sini, empat pelajar diamankan polisi. Delapan pelajar lagi yang terlibat baku hantam di Jalan Damar (dekat Amik Jayanusa) sekitar pukul 14.15 WIB.

"Mereka akan kita data dan serahkan ke sekolah masing-masing. Namun sebelumnya kita akan bikin perjanjian," kata Kanit SPK Polresta Padang Iptu Citra Perwitasari.

Tawuran pelajar benar-benar telah meresahkan. Dua hari lalu, tawuran terjadi di Jalan Khatib Sulaiman yang melibatkan SMK Adzkia versus SMK Tamsis. Meski begitu, baik aparat polisi maupun Pemko, seakan tak berdaya menyelesaikan fenomena tersebut. Ancaman Wali Kota Padang Fauzi Bahar yang akan mengeluarkan siswa yang terlibat tawuran hanya dianggap angin lalu oleh para pelajar.

Ancaman dikeluarkan dari sekolah tidak kali ini saja disampaikan. Pada pertengahan 2011 tahun lalu, dalam rapat dengar pendapat, DPRD dan Dinas Pendidikan juga menyepakati hal tersebut. Faktanya, lagi-lagi ancaman itu mandul.

Kepala Dinas Pendidikan Padang sebelumnya, Bambang Sutrisno, disebut-sebut diganti karena dinilai gagal mengatasi maraknya tawuran pelajar. Setelah empat bulan kepala Dinas Pendidikan dipimpin Dian Wijaya, tawuran pelajar tetap saja massif hingga kini.(mg14)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sabu Rp5 Miliar Diamankan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler