Situs Megalitik Gunung Padang Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Rabu, 01 Januari 2025 – 21:26 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo, melakukan kunjungan kerja ke Situs Gunung Padang di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: dok. Kemenbud

jpnn.com, CIANJUR - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo, melakukan kunjungan kerja ke Situs Gunung Padang di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Situs ini dikenal sebagai punden berundak terbesar dan tertua di Indonesia, serta telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

BACA JUGA: Gunung Padang Jadi Perhatian Media Mancanegara, Piramida Tertua di Dunia?

Dalam kunjungan tersebut, Menbud menyoroti pentingnya pelestarian Situs Gunung Padang sebagai salah satu bukti peradaban kuno bangsa Indonesia.

“Situs ini menyimpan potensi besar untuk mengungkap sejarah dan jejak peradaban nenek moyang kita. Banyak yang menduga situs ini berusia belasan hingga puluhan ribu tahun, sehingga membutuhkan penelitian lebih mendalam,” ujar Fadli Zon, Rabu (1/1).

BACA JUGA: Menbud Fadli Zon Sampaikan Pesan Kebangsaan, Logo Kementerian Kebudayaan Diluncurkan

Giring Ganesha menmbahkan bahwa upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya harus terus digalakkan.

“Situs Gunung Padang adalah kebanggaan bangsa. Dengan berbagai program, seperti festival budaya dan diplomasi internasional, kami ingin memastikan situs ini menjadi ikon budaya yang dikenal luas,” katanya.

BACA JUGA: Situs Gunung Padang Akan Dikembangkan

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Retno Raswaty, turut menambahkan bahwa Situs Gunung Padang memiliki potensi untuk diusulkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

“Upaya ini memerlukan kerja sama berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan situs ini sebagai warisan budaya yang hidup,” ujar Retno.

Dengan luas sekitar 291.800 m², Situs Gunung Padang tidak hanya dianggap sebagai artefak sejarah, tetapi juga sebagai sumber informasi yang dapat memperkokoh kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Menteri Fadli Zon berharap kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mampu mengungkap lebih banyak fakta tentang situs ini. 

“Situs ini adalah bukti bahwa peradaban kita sangat maju di masa lalu. Kita semua, khususnya generasi muda, harus menjaga dan menghargai warisan ini sebagai bagian dari identitas bangsa,” pungkasnya. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler