Skill jadi Syarat Wajib Menghadapi Dunia Ketenagakerjaan

Minggu, 16 Juni 2019 – 18:23 WIB
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam Forum Tematik bertema Jobs and skills for a brighter future, International Labour Conference (ILC) ke-108, Jenewa, Sabtu (15/6). Foto: Humas Kemnaker

jpnn.com, JENEWA - Saat ini penguasaan keterampilan atau skill menjadi syarat wajib yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia ketenagakerjaan dengan perubahan pasar kerja yang semakin dinamis atau fleksibel.

Untuk itu, pemerintah menjalankan konsep triple skilling guna mengatasi ketimpangan "skill" angkatan kerja Indonesia sehingga bisa masuk pasar kerja atau berwirausaha.

BACA JUGA: Kemnaker Gandeng Austria Mengembangkan BLK Maritim

“Skill memang paling penting bagi angkatan kerja. Mereka dapat memproteksi diri mereka sendiri jika mereka memiliki skill yang baik,” kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri dalam Forum Tematik dengan tema Jobs and skills for a brighter future, International Labour Conference (ILC) ke-108, Jenewa, Sabtu (15/6) kemarin.

Presiden Indonesia Joko Widodo telah mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Pengembangan SDM seyogyanya tidak hanya difokuskan pada generasi muda saja, melainkan bagi semua usia.

BACA JUGA: Indonesia Suarakan Solidaritas terhadap Pekerja Palestina

“Pelatihan vokasi disediakan oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk pemberian hard and soft skills secara masif, tanpa memandang usia dan latar belakang pendidikan melalui triple skilling (skilling, upskilling, dan reskilling) bagi SDM Indonesia," kata Putri.

Skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja. Upaya tersebut juga didukung dengan adanya program reskilling dan upskilling agar para pekerja yang terdampak job shifting bisa memperoleh keterampilan sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia kerja.

BACA JUGA: BBPLK Bandung-Mitsubishi Kerja Sama Pelatihan Bidang Otomotif

Selain itu, mereka juga didorong untuk masuk ke job creation. Job creation adalah adanya talent-talent baru untuk menginovasikan dan mengembangkan diri menjadi wirausaha dan sociopreuner.

Untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan dunia kerja, konsep triple skilling tersebut harus terus dikembangkan melalui beberapa peningkatan di berbagai bidang.

Pertama, pemerintah Indonesia melakukan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) melalui konsep rebranding, reorientasi, dan revitalisasi (3R).
“Kedua, konsep triple skilling untuk pembangunan SDM/peserta pelatihannya. Dan yang ketiga instruktur di BLK harus terus ditingkatkan keahliannya sehingga kita siap memasuki era industri 4.0 ke depan," kata Putri.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, maka pemerintah Indonesia juga menggalakkan program pemagangan di perusahaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Program ini dimaksudkan untuk menciptakan calon pekerja yang memenuhi standar dan kualifikasi pasar kerja," kata Putri.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BBPLK Bandung - Mitsubishi Kerja Sama Pelatihan Bidang Otomotif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler