SMK Telkom Jakarta Juara 2 E4J Global Hackaton

Senin, 16 Juli 2018 – 23:01 WIB
Siswa SMK Telkom Jakarta, Bagus Seno Pamungkas dan Muhamad Alfi Syahri Nasution berhasil meraih Juara 2 dalam Education for Justice (E4J) Global Hackaton di Amerika Serikat. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Siswa SMK Telkom Jakarta, Bagus Seno Pamungkas dan Muhamad Alfi Syahri Nasution berhasil meraih Juara 2 dalam Education for Justice (E4J) Global Hackaton.

Sekolah milik Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) ini mewakili Indonesia bersama siswa dari SMAN 78 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta pada ajang yang digelar di California, Amerika Serikat pada 9-11 Juli 2018.

E4J Global Hackaton adalah kompetisi bergengsi yang diadakan oleh United Nation Office on Drugs and Crimes (UNODC) yaitu sebuah badan di bawah PBB yang mengurusi kontrol terhadap narkoba dan pencegahan kejahatan.

Pada ajang final tim Indonesia bersaing dengan peserta dari Ameria Serikat, Bolivia, dan Afrika Selatan. Bentuk lomba E4J Global Hackaton sendiri adalah membuat game elektronik edukasi dengan tema untuk memerangi narkoba, korupsi, dan kejahatan. Lomba E4J Global Hackaton dimenangkan oleh Afrika Selatan.

Setiba di Jakarta, pembimbing tim Indonesia yang juga guru di SMK Telkom Jakarta, Krishna Prasetyo mengaku tak menyangka tim yang diasuhnya dapat membawa pulang piala.

"Bisa membanggakan nama Indonesia di ajang internasional melalui prestasi yang ditorehkan siswa-siswi terbaik ini,” ucapnya.

Krisnha mengatakan, semangat para siswa yang menjadi anggota tim Indonesia sangat luar biasa. Hingga hari terakhir lomba, mereka terus berjuang untuk memberikan yang terbaik.

Bahkan terakhir lomba ada peserta yang belum tidur sama sekali, namun perjuangan itu berbuah manis, dengan hasil yang memuaskan.

"Apa yang sudah diupayakan anak-anak akhirnya bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa. Dengan semangat, doa serta paduan kemampuan anak-anak ini, akhirnya kami bisa menjadi dua terbaik,” ungkapnya.

Pada ajang final ini tim Indonesia membuat game anti korupsi, tak hanya sekedar bermain, namun juga game ini mentransformasikan nilai-nilai kebaikan seperti mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, kreatif, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli lingkungan.

“Kami berpesan pada anak-anak agar tetap rendah hati, dan tidak kalah penting adalah menularkan semangat untuk mencetak prestasi pada teman-temannya di sekolah,” lanjutnya.(mg7/jpnn)

Read more...

Terpopuler