SMRC: Wajar Ganjar jadi Capres Idola Gen Z

Senin, 09 Oktober 2023 – 14:40 WIB
Ganjar Pranowo menjadi narasumber pada Talkshow Milenial With Gen Z and Milenials Influencers, Selebgram, TikTokers di Hey Beach Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (28/5/2023). ANTARA/HO-Tim Media Ganjar/am.

jpnn.com - JAKARTA - Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai wajar apabila Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo muncul menjadi yang paling digemari generasi Z dalam sejumlah survei. Sebab, dia menegaskan, karakter personel Ganjar Pranowo memang cocok dengan mayoritas generasi Z atau Gen Z.

"Secara personal, memang objektif. Ganjar memang sangat mirip dengan karakter Pak Jokowi. Generasi Z ini kan mereka ingin responsnya (pemerintah terhadap beragam persoalan) itu serius dan detail. Tidak ada sloganistik macam-macam," kata Saidiman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/10).

BACA JUGA: Jaga Kearifan Lokal, Ganjar Sejati Ngobeng Lauk Bersama Warga Pangandaran

Adapun survei periodik Litbang Kompas yang dirilis awal Oktober lalu merekam tingkat elektabilitas para bakal capres di kalangan gen Z atau mereka yang masuk dalam rentang usia 17-25 tahun. Kompas menemukan tingkat keterpilihan Ganjar di kalangan gen Z mencapai 31 persen.

Pada posisi kedua, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempel ketat dengan tingkat elektabilitas 28,2 persen. Kemudian, Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan memperoleh 8,2 persen suara responden.

BACA JUGA: Atikoh Ganjar Pranowo Dicegat Pramuka SMKN Jateng di Purbalingga

Kendati demikian, survei Litbang Kompas juga mendapati masih banyak pemilih dari kalangan gen Z yang tidak menjawab atau merahasiakan capres pilihannya di Pilpres 2024. Persentase untuk kategori tersebut 22,7 persen.

Menurut Saidiman, keunggulan Ganjar lainnya ialah karena sangat aktif di media sosial. Ganjar di berbagai platform medsos, rutin mengunggah aktivitas sehari-hari, yang terkadang tidak ada kaitannya dengan dunia politik. Hal itu cenderung disukai gen Z.

BACA JUGA: Ulama Jabar Sebut Prabowo Sebagai Tokoh Nasional Paling Kompeten Untuk Indonesia

"Semisal lari-lari pagi. Bagi sejumlah orang, itu biasa saja, tetapi dilihat oleh generasi milenial, dia bisa berkomunikasi dengan siapa pun dan dijawab secara spontan. Itu juga penting. Membangun kualitas personal dari capres-capres, yang selain dia (Ganjar), terlihat fit, misalnya," ucapnya.

Faktor Jokowi juga turut memengaruhi tingginya tingkat keterpilihan Ganjar di kalangan gen Z.

Dia menilai mayoritas gen Z puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

Sebab, kedua sama-sama kader PDI-Perjuangan, sehingga gen Z menganggap Ganjar sebagai suksesor Jokowi.

"Mereka gen Z lebih banyak mengapresiasi dan menginginkan agar pemerintahan ke depan itu melanjutkan yang sudah dilakukan Presiden Jokowi. Umumnya, mereka melihat Ganjar Pranowo itu sebagai pelanjut dari Pak Jokowi," jelas Saidiman.

Meski begitu, Saidiman berpendapat membangun kedekatan dengan gen Z tak cukup hanya dengan unggahan medsos saja.

Ganjar juga perlu menyusun program-program yang berpihak kepada kaum muda, semisal yang terkait dengan penyediaan lapangan kerja dan lainnya.

"Kemudian isu yang mereka perhatikan itu adalah mengenai isu akuntabilitas aparat, dan penyelenggaraan birokrasi (yang menangani) persoalan-persoalan publik. Soal korupsi, dan lingkungan itu juga mendapat perhatian. Jadi, kalau ada capres yang bisa masuk ke situ, saya kira, itu akan mendapatkan simpati lebih jelas," tuturnya.

Sebelumnya, politikus PDI-P Hendrawan Supratikno menilai besarnya dukungan gen Z terhadap Ganjar, karena generasi itu ialah kalangan yang mengedepankan rasional dalam memilih calon presiden.

Dia menyebut Ganjar merupakan sosok pemimpin yang memahami persoalan-persoalan yang dihadapi gen Z dan punya solusi untuk itu.

"Generasi Z sangat rasional soal ini. Rekam jejak dan konsistensi sikap menjadi pertimbangan utama. Ganjar juga lebih teruji secara psikologis dan kehidupan keluarganya harmonis. Psikologi calon penting untuk menilai tempramen dalam menghadapi situasi-situasi strategis," ujar Hendrawan. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler