Soal Euforia, Prabowo Bandingkan Jokowi dengan SBY

Kamis, 10 Juli 2014 – 05:38 WIB

jpnn.com - BOGOR--Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak sepenuhnya setuju dengan langkah kubu lawannya Joko Widodo-Jusuf Kalla yang telah lebih dulu mendeklarasikan kemenangan berdasarkan hasil quick count.

Ia pun membandingkan Jokowi dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah dua kali memenangkan pilpres.

BACA JUGA: Jokowi Minta Semua Pihak Awasi Rekapitulasi Suara

"Tadi juga, kalau flash back, Pak Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah melakukan deklarasi sebelum KPU menetapkan. Padahal bedanya 20 persen, beliau tidak declair," ujar Prabowo usai bertemu Presiden di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam, (9/7).

Tak hanya tidak setuju dengan deklarasi Jokowi-JK, Prabowo juga mengadukan itu pada presiden. Ia pun mengakui ada perbedaan perhitungan suara. Dianggapnya, hal tersebut terjadi karena masing-masing pasangan memiliki referensi yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Jokowi Hanya Dapat 19 Suara di TPS Prabowo

"Kalau ada pihak yang sudah mengadakan deklarasi pemenangan saya kira itu kurang tepat dan itu kami sampaikan ke Bapak Presiden. Kami punya referensi dan tentunya pasangan nomor 2 punya referensi," sambung Prabowo.

Prabowo juga mengklaim bahwa kubunya taat azas, taat hukum, taat aturan main. Ia sangat menjunjung tinggi demokrasi. Selain itu ia mengklaim sebagai pemenang atas Pilpres ini. Meski begitu, ia menyatakan tetap menunggu hasil akhir yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BACA JUGA: Ketemu SBY, Prabowo Adukan Aksi Kubu Jokowi-JK

"Kami punya keyakinan, kami lah yang mendapatkan mandat. Tapi kami akan menyerahkan sepenuhnya pada KPU. Yang tentunya akan menetapkan siapa pemilihan presiden bukan berdasar QC tapi rill count yang telah diverifikasi. Jadi saya kira ini proses," lanjut Prabowo.

Prabowo mengklaim bahwa ia memiliki proposal dan kelengkapan dari semua badan survei yang menghitung quick count pasangannya. Prabowo percaya hasil quick count miliknya benar, meski masih menunggu dari KPU.

"Kami berpegang pada hitungan pasti, kondisi yang nyata di masyarakat. Dan tentunya ketetapan KPU, itu yang resmi," tandas Prabowo. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok Bantah Mau Pindah ke PDIP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler