Soal Isu Penundaan Pemilu, Mardani: Sikap Presiden Semestinya Tegas, Jangan Beri Tafsir Lain

Senin, 07 Maret 2022 – 21:57 WIB
Politikus PKS Mardani Ali Sera sebut Jokowi harus tegas. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara menyikapi pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku akan taat terhadap konstitusi atas isu penundaan Pemilu 2024.

Menurut legislator Komisi II itu, seharusnya kepala negara bisa membuat komentar tegas menyikapi isu penundaan Pemilu 2024.

BACA JUGA: BMKG Memperingatkan Ada Potensi Gempa Besar, Ini Serius!

"Presiden semestinya jelas dan tegas sikapnya. Jangan memberi peluang tafsir lain," kata Mardani kepada wartawan, Senin (7/3).

Wakil Ketua BKSAP DPR RI itu menyatakan konstitusi sudah memerintahkan pesta demokrasi di Indonesia dilaksanakan sekali dalam lima tahun.

BACA JUGA: Berita Duka, Pembalap Asal Kendari Meninggal Dunia, Ribuan Orang Turun ke Jalan

Jokowi bisa memanggil para elite politik yang menggulirkan penundaan Pemilu 2024, sehingga memunculkan polemik di publik.

"Semestinya presiden mengingatkan yang ingin penundaan atau perpanjangan karena bertentangan dengan konstitusi," tutur Mardani.

BACA JUGA: Mahfud MD Ungkap Sikap Jokowi soal Penundaan Pemilu 2024, Jelas Sudah

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membeber alasan mengusulkan Pemilu 2024 ditunda satu sampai dua tahun.

Salah satu alasan yang disebut pria yang beken disapa Gus Muhaimin itu ialah masalah ekonomi.

Wakil ketua DPR itu menjelaskan Indonesia pada 2022 dan beberapa tahun mendatang memiliki kecenderungan positif yang luar biasa di sisi ekonomi.

Menurutnya, banyak momentum ekonomi yang akan terjadi di tanah air. Perbaikan ekonomi akan dahsyat memasuki tahun ini.

Isu itu kemudian disambut positif Partai Amanat Nasional (PAN).

Melalui berbagai pertimbangan, parpol yang terbentuk pada 1998 itu menyetujui usul menunda pelaksanaan Pemilu 2024.

"Kami memutuskan setuju pemilu diundur," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2).

Menurut pria asal Lampung itu, pertumbuhan yang ada saat ini masih berkisar tiga persen sampai 3,5 persen.

“Pun demikian masih banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Usaha-usaha yang berjalan juga belum pulih secara sempurna,” kata dia. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Begal Sadis Digulung Polisi, Aksinya Mengerikan


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler