Soal Jabatan Sekjen PDIP, Muncul Nama Ahmad Basarah

Jumat, 09 Agustus 2019 – 13:56 WIB
Hasto Kristiyanto (kanan) dan Ahmad Basarah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BALI - Sekretaris Jenderal demisioner PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyerahkan sepenuhnya kepada ketua umumnya Megawati Soekarnoputri terkait jabatan nomor dua di partai berlambang banteng moncong putih itu. Menurut Hasto, PDI Perjuangan punya banyak sosok yang layak menjadi sekretaris jenderal.

"Nanti Bu Ketua Umum yang menentukan. Semuanya baik, Pak Ahmad Basarah juga sosok yang wakil ketua MPR, kemudian doktor ideologi Pancasila. Sebagai partai pelopor, kami memerlukan kepemimpinan yang sangat memahami ideologi seperti itu," kata Hasto di sela-sela Kongres Kelima PDI Perjuangan di Grand Inna Hotel, Sanur, Bali, Jumat (9/8).

BACA JUGA: Mbak Puan Sebut Menteri dari PDI Perjuangan Bisa Lebih dari 10

Saat ditanya bagaimana sikapnya jika dipercaya kembali menjadi sekjen, Hasto mengaku hal itu merupakan wewenang Megawati. Menurut Hasto, setiap kader PDIP pun pasti tidak akan memaksakan kehendak menduduki suatu jabatan. Namun, ketika mendapat amanah, setiap kader harus menjalankannya.

"Sebagai partai pelopor, kami itu harus siap ditugaskan apa pun. Jadi anak ranting itu juga posisi yang tidak kalah terhormat. Karena ibu selalu menegaskan sebagai petugas partai itu kami punya tanggung jawab yang sama, kewajiban yang sama sebagai anggota dalam menjaga citra partai," kata dia.

BACA JUGA: Nasdem: Wajar PDIP Minta Paling Banyak, tetapi Teman Lain Harus Dipikirkan

BACA JUGA: Mbak Puan Sebut Menteri dari PDI Perjuangan Bisa Lebih dari 10

Mengenai kebijakan AD/ART yang memungkinkan sekjen dua periode, menurut Hasto, hal itu akan diatur dalam pembahasan oleh peserta kongres. Namun, Hasto juga mengingatkan bahwa kewenangan memilih sekjen merupakan hak prerogatif putri Proklamator RI Bung Karno itu.

BACA JUGA: KPK Belum Pastikan Aliran Dana Suap yang Diterima Politikus PDIP Nyoman Dhamantra

"AD/ART nanti kami tunggu pembahasannya. Kan ini hak anggota. Saya sudah enggak punyak hak dalam menyampaikan kebijakan karena sudah demisioner," tutup dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Mega Bukan Mau Melupakan Surya Paloh, tapi..


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler