Soal Lokasi Formula E, Anies: Bukan Ditentukan Presiden Jokowi

Kamis, 25 November 2021 – 17:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Fathan

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan lokasi Formula E pada 2022 bukan ditentukan oleh Presiden Joko Widodo, tetapi diputuskan tim dari Formula E Operation (FEO), Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan BUMD DKI Jakarta, serta PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menampik bahwa dirinya akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait lokasi Formula E yang rencananya diadakan Juni 2022.

BACA JUGA: Bukan di Monas dan GBK, Bamsoet Ungkap Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

"Tidak ada. Loh, masa' lokasi (ditentukan) presiden, ya tidaklah. Lokasi kok urusan Presiden," kata Anies seusai rapat terkait libur Natal dan Tahun Baru di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Anies meminta IMI untuk menyampaikan klarifikasi terkait informasi tersebut.

BACA JUGA: Bentrokan Ormas, Satu Orang Tewas Dibacok

"Saya tadi sudah minta. Nanti IMI akan melakukan klarifikasi soal ini. Masa soal lokasi kepada presiden," katanya.

Hingga saat ini belum ada informasi terbaru terkait lokasi pasti ajang balap mobil listrik Formula E itu.

BACA JUGA: Ayon Melihat Wanita Muda di Semak-Semak, Astagfirullah

Saat ini, tim dari FEO sudah berada di Jakarta untuk melakukan survei lokasi yang bakal dijadikan arena balap mobil listrik itu.

Sebelumnya, Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo saat konferensi pers di Black Stone Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11) malam mengatakan Presiden Jokowi yang bakal memutuskan lokasi untuk dijadikan sirkuit balap mobil listrik atau Formula E.

Bambang menyebutkan ada tiga opsi lokasi untuk menggelar Formula E di Jakarta Utara dan dua opsi di Jakarta Pusat.

Senada dengan Bambang, Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E Alberto Longo juga menyebutkan Presiden Jokowi yang akan memutuskan lokasi Formula E.

Alberto Longo mengatakan sampai saat ini lokasi sirkuit Formula E di Jakarta belum ditentukan, karena penentuan ini bukan hal mudah.

"Banyak pilihan bagus, ada lima lokasi berbeda di luar area terlarang, ada banyak hal teknis. Kami akan lakukan kunjungan ke lima lokasi ini sebelum diumumkan," katanya.

Menurut dia, sebelum Natal lokasinya sudah diumumkan.

"Kami akan mengajukan proposal ke Presiden Indonesia, beliaulah yang akan mengambil keputusan," ujar Longo. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler