jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membantah anggapan soal program hutan cadangan 20,6 juta hektare sebagai upaya deforestasi atau pembabatan tanaman demi pembukaan lahan baru.
Dia berkata demikian saat rapat kerja bersama Komisi IV di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1).
BACA JUGA: Setelah Melantik 55 Pejabat Kemenhut, Raja Juli Singgung Upaya Menjaga Alam
"Saya sama sekali tidak pernah berbicara bahwa ini pembukaan kawasan baru," kata dia dalam rapat, Kamis.
Raja Juli bahkan mengatakan penyiapan 20 hektare hutan cadangan untuk mewujudkan ketahanan pangan, energi, dan air, sudah melalui kajian.
BACA JUGA: Legislator NasDem Dukung Program Prabowo, Tetapi Kritik Keras Rencana Raja Juli
"Saya memang mengatakan identifikasi, tetapi ini berdasarkan kajian, tetapi tidak ada satu kata pun mengatakan bahwa ini adalah pembukaan besar-besaran kawasan hutan," kata dia.
Raja Juli mengatakan program hutan cadangan 20,6 juta hektare malah memaksimalkan fungsi lahan yang sudah terbuka dan tidak berfungsi.
BACA JUGA: Lantik 11 Pejabat di Kemenhut, Raja Juli Bicara Kerja Sama Mewujudkan Asta Cita
Semisal, katanya, lahan kritis akibat kebakaran hutan, penebangan liar, dan terdegradasi secara alami akan dimanfaatkan demi penghijauan.
"Jadi, yang kami lakukan justru memaksimalkan fungsi hutan yang sudah terbuka baik itu lahan kritis karena over area yang ditebang yang pengusahanya tidak bertanggung jawab, sehingga hutannya terbuka, apakah itu karena kebakaran hutan atau secara alami terjadi degradasi yang mengakibatkan hutan itu tidak berfungsi," lanjutnya.
Raja Juli menyebutkan lahan hutan yang kritis atau tidak optimal akan dimaksimalkan fungsi dengan memulihkan dan meningkatkan produktivitas melalui sistem tumpang sari.
Diketahui, sistem tumpang sari ialah metode menanam dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan pada waktu yang sama.
Nantinya, jenis tumbuhan yang bisa ditanam dengan pola tumpang sari ialah padi gogo, jagung, serta pohon yang produktif membantu Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada pangan.
"Ya, yang kami lakukan justru maksimalkan fungsi hutan dengan menanam kembali jenis-jenis tumbuhan yang memang layak tumbuh di sana. Namun, dalam prosesnya kami lakukan tumpang sari," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bantai Barbastro, Barcelona Melaju ke 16 Besar Piala Raja
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan