Solusi untuk Pekerja Migran, Pulang Kampung bisa Buka Usaha Lewat Warkop Digital

Kamis, 14 Desember 2023 – 23:52 WIB
Acara Business Matching And Entrepreneur Talk di event UMKM Merdeka Export 2023. Foto: dok ME

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor membuka seminar 'Pulang Kampung Jadi Juragan' di Malaysia, Minggu (10/12).

Seminar ini menjadi salah satu kegiatan menarik setelah acara Business Matching And Entrepreneur Talk di event UMKM Merdeka Export 2023 di hari ke 3 dari 4 hari kegiatan.

BACA JUGA: Business Matching di Merdeka Export 2023 Perkuat Kemitraan UMKM Indonesia

Acara tersebut juga dihadiri oleh puluhan pekerja migran Indonesia (PMI). Afriansyah berharap seminar ini bisa menjadi bekal mereka untuk berwirausaha ketika pulang ke Tanah Air.

"Semoga bermanfaat untuk masa depan, ayo PMI janganlah ragu, berangkatnya legal pulangnya jadi juragan," kata Afriansyah.

Dia mengatakan nantinya pemerintah akan mengedepankan untuk memberangkatkan pekerja formal ke negeri orang, tak lagi pekerja informal.

BACA JUGA: Ini Aturan Baru Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia, Simak Penjelasan Bea Cukai

Pekerja yang dikirim juga kebanyakan berusia muda, sehingga para orang tua bisa berada di rumah.

"Yang berangkat bukan bapak atau ibuknya, tapi yang kami berangkatkan anak-anaknya, yang mempunyai skill atau mempunyai kemampuan di bidangnya," jelasnya.

BACA JUGA: Wapres Kiai Maruf Bercerita soal Bahaya Kentut Setan di Depan Pekerja Migran

Inisiator Cybersjob dan Event UMKM Merdeka Export 2023, Dedi Yudianto mengatakan kegiatan ini memiliki tujuan menjembatani PMI untuk bisa belajar dan sinergi dengan UMKM ketika mereka di Malaysia. Setelah kontrak kerja selesai, mereka bisa menjadi agen produk di desanya, selain mendorong ekspor produk UMKM dari daerah go global.

"Jadi kami mencoba untuk menaik kelaskan teman-teman pekerja migran, sekali dayung 2-3 pulau terlampaui. UMKM Merdeka Export bisa go global, dan pekerja migran bisa memasarkan di sana, lalu saat pulang kampung menjadi juragan," kata Dedi.

Menurut Dedi, acara ini diikuti oleh 50 orang dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk bisa mensinergikan UMKM Indonesia di Malaysia.

Para pekerja migran bisa membantu memasarkan produk UMKM Indonesia melalui relasinya selama berada di Negeri Jiran.

"Selama di Malaysia mereka bisa belajar membantu memasarkan dan membeli produk lewat komunitas pekerja, dan teman-temannya, sekaligus membantu (perekonomian) masyarakat di wilayah Malaysia. Nantinya pas pulang kampung, mereka bisa menjadi calon-calon juragan atau reseller di tempat asalnya," ujar Dedi.

Menurut dia, kegiatan ini sangat membantu UMKM untuk mendapatkan peluang bisnis baru, serta lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dalam ekspor.

Selain itu, seminar dapat memberitahu kepada para pekerja migran di Malaysia bahwa, dengan potensi yang ada dan juga semangat, bisa menjadikan mereka untuk membuka usaha lewat unit-unit bisnis PT CGI seperti Warkop Digital.

Turut hadir Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai salah satu inisiator UMKM Merdeka Export 2023 Melaka, dan Pelaksana Fungsi Konsuler 3 KJRI Johor Bahru, Farisa Rahmadhani.

Sementara untuk pemateri dalam kegiatan seminar ini, yaitu Direktur Penempatan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Mocharom Ashadi, ?dan Owner CV Sismuindo produsen kripik singkong merk CANTHIR, Mae Muslimah, serta Warkop Digital, Dedi Yudianto, Ketua Dewan Pembina Perhimpunan UKM Indonesia Diah Warih Anjari. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler