Sri Mulyani Sebut Realisasi Anggaran Pemilu 2024 Sudah Mencapai Rp 16,5 Triliun

Kamis, 22 Februari 2024 – 18:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menghadiri "Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024" di Jakarta. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa.)

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa realisasi anggaran Pemilu 2024 mencapai Rp 16,5 triliun. Jumlah itu mencapai 43,2 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 38,3 triliun.

"Realisasi anggaran pemilu yang baru saja kita selesaikan untuk pemilihan pileg dan pilpres sampai dengan 12 Februari telah terealisasi sebesar Rp 16,5 triliun atau 43,2 persen dari total pagu anggaran Rp 38,3 triliun,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2024 di Jakarta, Kamis (22/2).

BACA JUGA: Pakar Kritik Usulan Hak Angket untuk Pemilu, Hanya Menambah Polemik

Mulyani menjelaskan bahwa dari total anggaran itu, yang disalurkan melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tercatat Rp 16,2 triliun.

KPU dan Bawaslu menggunakannya untuk berbagai hal yang mencakup pembentukan badan adhoc, pengawasan penyelenggaraan pemilu oleh lembaga adhoc, pemungutan dan penghitungan suara.

BACA JUGA: Pakar Hukum: Pelanggaran Pemilu TSM Bukan Ranah MK, Melainkan Bawaslu

Kemudian, anggaran itu juga difungsikan untuk pengelolaan, pengadaan, laporan dan dokumentasi logistik, termasuk pengawasan penetapan hasil pemilu dan kegiatan lainnya selama Pemilu 2024.

Sri Mulyani mengatakan bahwa dari total realisasi anggaran Rp 16,5 triliun, sebesar Rp 0,3 triliun disalurkan melalui 14 kementerian/lembaga (K/L) lain untuk pengamanan pemilu dan pemeliharaan ketertiban masyarakat, penanganan pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu.

BACA JUGA: Pengamat Politik Mengulas Penyebab PKB Panen Suara di Pemilu 2024, Oh Ternyata

Kemudian, diseminasi informasi, sosialisasi dan peliputan terkait pemilu, penanganan perkara konstitusi, pembentukan pos pemilu, dan perumusan kebijakan kerawanan keamanan nasional terkait pemilu.

Anggaran yang disalurkan melalui K/L juga digunakan untuk pengelolaan konten dan diseminasi informasi publik serta pengawasan pemungutan suara dan penghitungan suara.

Bendahara Negara itu memaparkan bahwa alokasi anggaran pemilu selama periode 2022 sampai dengan 2024 telah tercatat sebesar Rp 71,3 triliun.

“Kalau kita lihat sejak 2022 sampai 2024, total alokasi anggaran pemilu mencapai Rp 71,3 triliun. Tentu yang tahun 2024 ini baru Rp 16,5 triliun yang terbelanjakan dari Rp 38,3 triliun,” kata Sri Mulyani. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler