Start Sedih Sharapova

Kembali Cedera, Mundur dari Turnamen Brisbane

Rabu, 02 Januari 2013 – 05:50 WIB
BRISBANE - Maria Sharapova mengawali tahun 2013 kesedihan. Petenis jelita asal Rusia tersebut kembali dihantam cedera, memaksanya mundur dari turnamen Brisbane International.
   
Sejatinya, bagi Sharapova, ajang yang digelar di Queensland Tennis Centre di Tennyson, Brisbane, Australia itu digunakan sebagai pemanasan jelang grand slam Australia Terbuka 14-27 Januari mendatang.

Namun apa daya, petenis peringkat dua dunia tersebut harus mundur dari turnamen karena cedera tulang selangka (collarbone) tangan kanan.  Petenis 25 tahun itu mengatakan, dirinya sudah merasakan ada yang tidak beres di tulang selangka kanannya sejak sebulan lalu. Cedera tersebut juga menjadi alasannya mundur dari turnamen di Korea Selatan, Desember silam.   
   
Mantan petenis nomor satu dunia tersebut mengatakan akan sangat bijak untuk tidak bermain di Brisbane, namun mempersiapkan diri lebih baik menyambut Australia Terbuka. "Saya masih memiliki banyak waktu untuk persiapan di Australia. Saya di jalur yang benar, latihan juga baik. Jadi saya tidak ingin membahayakan apa yang saya capai sejauh ini," kata Sharapova seperti dilansir Associated Press.   
   
Tahun 2012, Sharapova relatif bebas dari cedera dan mencapai salah satu pencapaian-pencapaian terhebat sepanjang karir profesionalnya. Sharapova memenangi grand slam Prancis Terbuka, melengkapi empat grand slam lain yang sudah dikoleksinya.

Alhasil, Sharapova mampu menembus peringkat satu dunia pada bulan Juni. Selain itu, kolektor empat grand slam tersebut mampu menembus final tunggal putri Olimpiade London 2012. Sayangnya dia harus mengakui keunggulan jagoan Amerika Serikat Serena Williams.

Uniknya, pada Brisbane Open 2012, Sharapova juga mundur karena menderita cedera engkel. Keputusan tersebut nyatanya tepat. Sharapova mampu mencapai final Australia Terbuka, namun kalah melawan petenis nomor satu dunia asal Belarusia Victoria Azarenka. "Sama seperti dulu, saya harus pintar-pintar melangkah saat-saat ini," imbuhnya.

Total selama tahun lalu, Sharapova memenangi tiga gelar Assosiasi Tenis Putri Dunia (WTA Tour). Capaian terbaik sejak mencapai nomor satu dunia 2005 silam.

Sharapova sebelumnya memang memiliki riwayat yang buruk dengan cedera. Sejak 2007, bahunya kerap bermasalah. Puncaknya terjadi pada 2009, ketika ranking dunia Sharapova melorot drastis ke peringkat 126 dunia.

Kebangkitan Sharapova dimulai pada 2011 saat dia mampu menembus sepuluh besar dunia. Selain dibayangi cedera bahu, Sharapova juga memiliki riwayat jelek di engkelnya. Oleh karena itulah, petenis pengumpul 27 gelar WTA tersebut harus hati-hati benar untuk memutuskan turnamen mana yang akan diikuti. (nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gol Zabaleta Kunci Kemenangan The Citizens

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler