Stok Kepala Sekolah Habis

Jumat, 24 Mei 2013 – 09:51 WIB
PEMALANG - Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam waktu dekat akan melaksanakan tes seleksi penjaringan kepala sekolah. Upaya tersebut akan segera dilakukan mengingat stok  atau persediaan daftar urut kepala sekolah hasil seleksi tahun sebelumnya sudah habis.

Menurut Kapala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang Drs H Maryoto MPd , sesuai target pelaksanaan tes seleksi kepala sekolah akan dilaksanakan pada  pertengahan bulan juni.

“Stok kepala sekolah sekarang ini, sudah habis sebab sudah tiga tahun, pemkab  tidak melaksanakan seleksi kepela sekolah,”katanya, kepada Radar di usai acara pelantikan kepala sekolah di pendopo , Kamis (23/5).

Maryoto mengatakan, soal mutasi jabatan kepala sekolah yang baru saja dilaksanakan dalam rangka untuk mengatasi terjadinya sekolah-sekolah besar, tetapi diampu olehebeberapa sekolah yang ada. setelah itu melakukan seleksi calon kepala sekolah. Adapun jumlah total kepala sekolah yang kosong adalah sebanyak 127 sekolah yaitu  mulai dari SD, SLTP dan SLTA.

Terkait hal itu, Maryoto menjelaskan soal peraturan bupati itu baru direvisi dan sekarang sudah jadi tinggal menyiapkan perangkatnya makanya taget bulan juni  untuk segera dilaksanakan tes seleksi kepala sekolah. Bahkan rencana pelaksanaanya juga sudah dianggarkan sekaligus juga di time skedulnya juga sudah dibuat .

Maryoto sendiri mengeskan bahwa pengisian kepala sekolah itu bukan karena ada unsur kesengajaan sehingga mengalami keterlambatan , tapi karena dalam aturan Kementerian banyak aturan- aturan sehingga harus mengikutinya.

Meskipun berdasarkan PP nomor 17 yang mengaturnya telah diserahkan kepada bupati, akan  tetapi tetap ada aturan-aturan pusat yang harus diikuti, karena aturan dari pusat sering kali ganti-ganti.

Maryoto sendiri menampik adanya keterlambatan pengangkatan atau seleksi kepala sekolah itu bukan karena ada unsur lain seperti yang banyak orang menailainya. Tapi benar-benar dilaksanakannya sesuai atau menggunakan system yang ada.

Pihaknya juga menjelaskan alasan mengapa sekarang dilaksanakan mutasi kepala sekolah karena  harus dilakukan secepatnya. Sebab ada beberapa sekolah besar yang kepala sekolahnya mengalami kekosongan diampu oleh kepala sekolah dari sekolah lain. Seperti contoh SMP Negeri 2 , 7 dan SMP Negeri  4. Semua sekolah itu adalah sekolah besar sehingga dilakukan dengan sistem diampu. (apt)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelulusan SMK Lebih Baik Dibanding SMA/MA

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler