Stok Vaksin Untuk Anak-anak di Surabaya Habis, Proses Percepatan Jadi Terhambat

Rabu, 18 Agustus 2021 – 15:00 WIB
Stok vaksin dosis kedua untuk anak-anak di Surabaya habis, saat ini menunggu distribusi dari pemerintah pusat. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr Febria Rachmanita menyebut bahwa stok vaksin Covid-19 bagi anak-anak rentang usia 12-17 tahun telah habis.

Akibatnya vaksin untuk mereka diberhentikan sementara waktu menunggu stoknya kembali dikirim.

Meski begitu, vaksin anak di Kota Pahlawan sudah dilakukan pada tahap pertama. Untuk dosis kedua masih belum diketahui kapan menunggu stok vaksin ada kembali.

"Vaksin (dosis kedua,red) belum ada, tergantung vaksinnya kapan datang menunggu distribusi pemerintah pusat," kata dia, Rabu (18/8).

Feni sapaan akrab Febria Rachmanita menjelaskan selama pelaksana dosis pertama, anak-anak yang sudah divaksin ada puluhan ribu. Mereka disuntikkan merek Sinovac.

"Jumlahnya yang sudah tervaksin ada 63.554," beber dia. 

Meski belum tahu kepastian kapan kedatangan dosis kedua, Feni tetap berupaya meminta tambahan ke pemerintah pusat agar segera didistribusikan agar segera rampung.

"Minta dua juta, tetapi enggak tahu lagi datangnya. Pengajuan sudah berkali-kali, satu bulan ada lima kali," ungkap dia. 

Kekosongan vaksin tentunya menghambat proses vaksinasi anai-anak di Surabaya, sehingga berdampak pada durasi yang sudah ditargetkan. 

"Kalau kosong ya menghambat percepatan vaksinasi," pungkas Feni. (mcr12/jpnn)

BACA JUGA: Vaksin Pfizer Sudah Disetujui untuk Anak 12 Tahun ke Atas, Bagaimana Untuk yang Lebih Muda?


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler