Suami Istri ODP Corona, Kerap Keluyuran Bikin Resah Warga

Rabu, 01 April 2020 – 08:01 WIB
Ruang isolasi untuk pasien virus Corona di sebuah rumah sakit. Ilustrasi FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

jpnn.com, BOGOR - Pasangan suami istri (pasutri) asal Kemang, Kabupaten Bogor, masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 usai pulang dari Bangladesh.

Awalnya, pasutri tersebut baru saja pulang dari Bangladesh kemudian transit di Thailand. Ketika sampai di Indonesia keduanya dikarantia selama tiga hari di wilayah Kebon Jeruk.

BACA JUGA: Alhamdulillah, 39 Orang PDP dan ODP Corona Dinyatakan Sehat

Kemudian, pada 9 Maret 2020, keduanya diizinkan pulang ke rumah mereka di Desa Tegal, Kecamatan Kemang.

20 hari kemudian dilakukan tes oleh pihak puskesmas. Pasutri yang memiliki dua orang anak berumur 4 dan 10 tahun itu dinyatakan ODP.

BACA JUGA: Puluhan ASN ODP Virus Corona

Kepala Desa Tegal Kasim mengatakan, ketika kembali ke rumah keduanya mengalami gejala batuk-batuk. Kemudian pada Senin (20/3) pukul 17.00 WIB, tim medis puskesmas melakukan pemeriksaan.

“Kondisi saat ini sudah mendesak, warga sekitar tidak mau keduanya diisolasi di rumah, meminta untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, sementara informasinya rumah sakit penuh dan tidak ada ruangan,” katanya, Selasa (31/3).

Ia juga mempertanyakan kesiapan Wisma Kemendagri di wilayah Kemang yang akan digunakan sebagai tempat alternatif merawat pasien ODP Covid-19.

“Harusnya Wisma Kemang sudah bisa dihuni, karena tekanan warga sangat kuat suruh diisolasi di luar rumah,” tegasnya.

Kasim juga menuturkan, bahwa pasien sedikit membandel dan sudah pernah diperingati oleh RT agar tidak keluyuran.

“Saya harap rumah sakit ada ruangan karena sudah mendesak sekali dengan dua warga saya yang ODP ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampang Vera Linda mengatakan, bahwa pasien tersebut belum positif melainkan masih masuk kategori ODP dan baru menjalani rapid test.

“Belum positif, pasien masih isolasi mandiri di rumahnya, sementara sudah saya berikan penjelasan baik ke kepala desa dan warga sekitar,” jelasnya.

Vera juga mengaku, pasien memang sering keluar negeri dan terakhir perjalan dari Bangladesh.

“Riwayat pasien ke Bangladesh, dan saat ini kondisi masih terus kami pantau dengan diberikan pendampingan dari puskesmas,” tutupnya. (nal/radarbogor)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler