Sudah Dua Hari Jasad Kakek Sanirsad Belum Ditemukan

Senin, 27 Januari 2020 – 10:58 WIB
Tim SAR gabungan saat menyisir Sungai Bener, Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (26/1/2020), untuk mencari korban atas nama Sanirsad. Foto: ANTARA/HO-Kantor SAR Cilacap

jpnn.com, CILACAP - Sudah dua hari jasad kakek Sanirsad (80), warga Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, belum ditemukan.

Korban dilaporkan hilang akibat tenggelam di Sungai Bener pada Sabtu (25/1) siang.

BACA JUGA: Zahra Hilang Tenggelam di Sungai Ciujung

"Hingga hari Minggu (26/1) pukul 17.00 WIB, korban atas nama Sanirsad, warga Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, belum ditemukan. Oleh karena itu, operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi ini," kata Kepala Kantor SAR Cilacap I Nyoman Sidakarya di Cilacap, Senin (27/1).

Ia mengatakan, dalam operasi SAR lanjutan yang dilaksanakan pagi ini, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran, baik melalui jalur darat maupun menyusuri sungai.

BACA JUGA: Pencari Ikan di Sungai Brantas Hilang Tenggelam

Penyisiran tersebut akan dilakukan sejauh lebih kurang 10 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir Sungai Bener.

Nyoman mengakui adanya beberapa kendala yang dihadapi tim SAR dalam melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bener.

BACA JUGA: Gubernur Ganjar Tiba-tiba Bergerak Maju Mendekati Barongsai

"Kendala yang dalam pencarian berupa arus sungai yang deras, debit air bertambah, dan area pencarian yang luas," katanya.

Peristiwa nahas yang dialami Sanirsad pertama kali diketahui oleh Wardikun, warga Desa Pekaja RT 05 RW 02, pada hari Sabtu (25/1), sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, Wardikun melihat Sanirsad hanyut terbawa arus Sungai Bener, sehingga dia segera meminta bantuan kepada rekannya, Senen, warga Desa Pekaja RT 05 RW 02, untuk menolong korban.

Akan tetapi upaya pertolongan yang dilakukan Wardikun dan Senen tidak membuahkan hasil karena arus Sungai Bener sangat kencang sehingga tubuh korban hanyut hingga akhirnya tenggelam. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler