Sultra jadi Tuan Rumah, HPN 2022 Bakal Punya Hal Spesial

Sabtu, 18 September 2021 – 00:18 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat bertemu Panitia Peringatan HPN 2022. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bakal menggelar Anugerah Kebudayaan PWI dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022.

Anugerah Kebudayaan PWI kali ini bakal spesial, apalagi HPN 2022 digelar masih dalam masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Menteri LHK Siti Nurbaya Mendukung Penuh Peringatan HPN 2022 di Sultra

Penilaian terhadap kepala daerah akan dilakukan dengan cara berbeda, meski tidak mengubah substansi penilaian yang telah berlaku dari tahun sebelumnya.

"Untuk tahun ini, temanya ‘Memenangkan Kesehatan, Kemanusiaan, dan Perilaku Baru Berbasis Informasi dan Kebudayaan," kata Ketua Panitia HPN 2022 Auri Jaya, dalam sosialisasi Anugerah Kebudayaan PWI, Kamis (16/9).

BACA JUGA: Pemprov Sultra - PWI Tindak Lanjuti Penetapan Tuan Rumah HPN 2022

Sosialisasi dihadiri juga oleh kepala daerah dan para pihak yang akan terlibat.

Menurut Auri, tahun pertama pandemi merupakan masa masyarakat baru mengenal Covid-19, sebagian bahkan masih belum memercayai virus corona.

BACA JUGA: Provinsi Sultra Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Peringatan HPN 2022

Tahun kedua pandemi, masyarakat sedang dalam masa menghindari kejenuhan.

"Di tahun pertama masyarakat exercise, belajar. Tahun kedua, sudah punya pengalaman, dan permasalahan yang dihadapi di masyarakat juga sudah berbeda," kata wartawan peliput runtuhnya Tembok Berlin dan unifikasi Jerman itu.

Auri menjelaskan Anugerah Kebudayaan PWI kali ini lebih mendorong pemerintah daerah melalukan terobosan-terobosan untuk memastikan masyarakat tetap produktif.

"Tentu memerlukan inovasi-inovasi tersendiri bagi kepala daerah supaya menghadapi pandemi ini dengan aman, tertib, dan mencegah pandemi ini agar tidak menjadi sebuah pagebluk yang mengerikan," kata Auri.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga ketua panitia lokal HPN 2022, Nur Endang Abbas menyambut baik sosialisasi ini.

Pihaknya pun makin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi para peserta HPN khususnya peserta Anugerah Kebudayaan PWI 2022.

Menurutnya, Anugerah Kebudayaan merupakan bentuk apresiasi bagi daerah yang sangat penting dalam mendorong kesadaran perlunya perspektif kebudayaan digunakan dalam membangun daerah.

"Kami berharap terselenggaranya Anugerah Kebudayaan yang diselenggarakan PWI bekerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten ini dapat menggali gagasan, ide berbasis kearifan lokal setempat dalam rangka kreativitas inovasi dalam pembangunan daerah berbasis kebudayaan," kata Nur Endang, yang hadir langsung di ruang rapat PWI Pusat.

Endang menambahkan di Sultra sendiri pembangunan kebudayaan menjadi salah satu inspirasi mereka untuk membangun daerah.

"Nilai-nilai kebudayaan masih menjadi inspirasi bagi kami dalam membangun pemerintahan," ucapnya.

Endang menambahkan panitia lokal Sultra juga makin siap menyambut para tamu peserta HPN 2022 pada Februari mendatang.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 yang selama ini dikhawatirkan, perlahan mulai menurun sehingga membuat mereka optimistis HPN berjalan maksimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kami bersyukur hingga saat ini kasus Covid-19 di Sultra terus melandai, ini membuat kami makin optimistis, apalagi ada dua ajang nasional yang akan kami selenggarakan. Alhamdulillah selama ini Sultra selalu termasuk lima provinsi dengan kasus Covid-19 terendah," katanya.

HPN 2022 Rintis Kampung Iklim

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengajak PWI menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehutanan melalui aksi-aksi lapangan, seperti: rehabilitasi mangrove (bakau), rintisan Program Kampung Iklim (Proklim), dan pelepasliaran satwa.

Itu semua mengarah pada upaya pembangunan hijau di Indonesia.

"Kegiatan pro lingkungan di HPN 2022, bisa menjadi program PWI dan Kementerian LHK, yakni rehabilitasi mangrove, Kampung Iklim Wartawan, dan pelepasliaran satwa dilindungi di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,” ujar Siti Nurbaya saat bertemu Panitia Peringatan HPN 2022, Jumat (10/9).

Siti mengatakan isu penanggulangan perubahan iklim penting untuk digaungkan karena masyarakat dunia makin merasakan akibat nyata dari krisis iklim, seperti bencana hidrometeorologis kebakaran hutan yang makin sering terjadi di seluruh dunia.

Menteri Siti ingin agar PWI membantu menggugah kepedulian publik melalui penggaungan isu pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan khususnya isu penanggulangan perubahan iklim.

Menanggapi hal tersebut, Auri Jaya mengatakan bahwa isu terkait lingkungan hidup akan menjadi salah satu tema peringatan HPN 2022, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media.

"Masalah lingkungan hidup akan menjadi salah satu isu penting yang diangkat dalam peringatan HPN 2022 karena lingkungan hidup masih akan menjadi isu penting dan relevan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Auri dalam pertemuan tersebut.

Wakil Bendahara Umum PWI Pusat Dar Edi Yoga pun setuju kegiatan yang akan dilakukan pada peringatan HPN 2022 antara lain menggagas program Kampung Iklim Wartawan di Kendari. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler