Sumpah Pemuda Jadi Momen Meningkatkan Etos Kerja

Oleh: Hj Intan Fauzi, SH, LL.M

Selasa, 29 Oktober 2019 – 10:40 WIB
Anggota DPR RI Fraksi PAN Periode 2019-2024, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M. Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tepat 28 Oktober 2019, Hari Sumpah Pemuda berumur 91 tahun. Hari Sumpah Pemuda lahir dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 ini merupakan tonggak sejarah yang menyatukan serta memperkuat persatuan bangsa dan hubungan antar-pemuda Tanah Air.

Sumpah Pemuda mengajarkan kita masyarakat Indonesia mengenai pentingnya nilai-nilai persatuan bangsa dan perbedaan bukanlah sebuah permasalahan melainkan dapat disatukan melalui Bhinneka Tunggal Ika.

BACA JUGA: GMKI: Peringatan Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Lawan Radikalisme

Tidak hanya persatuan, nilai juang, gotong royong, musyawarah, cinta Tanah Air, kekeluargaan, kerukunan, perdamaian dan tanggung jawab pun tergambarkan dalam Sumpah Pemuda. Karena itu, sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa maka nilai-nilai persatuan dan kesatuan harus tertanam dalam diri.

Saat ini, komitmen kebangsaan serta semangat persatuan dan kesatuan kita memang tengah diuji. Berbagai kekuatan serta paham dari luar terus berupaya melakukan infiltrasi guna memecah belah bangsa ini. Kita tidak bisa menafikan, upaya merobek semangat persatuan dan kesatuan kita terus digalang oleh kelompok tertentu.

BACA JUGA: Anggota DPR Ratu Wulla: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Memerangi Radikalisme

Oleh karena itu, mari memperkuat lagi semangat Sumpah Pemuda ini yang menjadi benteng tangguh menjaga persatuan anak bangsa.

Sumpah pemuda yang kita peringati hari ini meneguhkan lagi peran pemuda menjadi pelopor dan garda terdepan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Sejarah mencatat berbagai peran penting pemuda dalam kemerdekaan, peralihan kekuasaan maupun penggerak pembangunan.

Saya katakan, pemuda ujung tombak menuju bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat dan sejahtera. Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya.

Bahkan kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang mempeloporinya.

Untuk itulah, momentum peringatan sumpah pemuda ini haruslah dimaknai sebagai pembakar semangat untuk meningkatkan etos kerja membangun bangsa dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif.

Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu dan menjadi harapan bangsa ini. Pemudalah tumpuan mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Bahkan saya meyakini, pemimpin bangsa Indonesia tahun 2045 adalah para pemuda atau mereka yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah pendidikan dasar yang termasuk ke dalam penduduk tidak produktif.

Menuju generasi emas tahun 2045, Indonesia memiliki bonus sumber daya manusia secara demografis yang sering disebut sebagai Bonus Demografi. Karenanya, saya berharap bangsa Indonesia nomor 1 di dunia pada 2045 mendatang. Oleh karena itu, perbedaan suku, agama dan RAS jangan sampai memecah-belah.

Sebagai anak bangsa, mari kita mengisi kemerdekaan dengan semangat berkontribusi positif sesuai bidang masing-masing.

Dengan kita mengisi pembangunan dengan kapabilitas yang kita miliki maka ke
depan Indonesia bisa semakin maju maju dan maju lagi. Hal ini sesusai dengan tagline pemerintah SDM Unggul Indonesia Maju'.

Generasi muda harus bersatu karena persatuanlah yang bisa membawa Indonesia merdeka dan maju.

Untuk itu, gunakannlah pontesi yang ada itu untuk membangun bangsa ke depan menjadi lebih baik lagi. Mari kita bersatu hilangkan perbedaan karena perbedaan itulah yang akan membuat diri kita besar.(***)

 

Penulis adalah Anggota DPR RI Fraksi PAN Periode 2019-2024.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler