Superkomputer Berskala Otak Manusia Dijadwalkan Dirilis Tahun Depan

Sabtu, 16 Desember 2023 – 21:59 WIB
Ilustrasi superkomputer. Foto: sequoia

jpnn.com - DeepSouth, superkomputer berskala otak manusia masih dalam pengembangan oleh tim Western Sydney University di Australia.

Superkomputer itu rencananya akan menyapa publik pada tahun depan.

BACA JUGA: Superkomputer Memprediksi Messi Bertemu Ronaldo di Final Piala Dunia 2022

DeepSouth diprediksi mampu melakukan 228 triliun operasi sinaptik per detik, sehingga suatu hari nanti teknologi itu bisa membantu menciptakan otak cyborg yang jauh lebih kuat daripada otak manusia.

Otak manusia hanya menggunakan daya 20 watt untuk mampu memproses setara dengan exaflop atau satu miliar miliar operasi matematika per detik.

BACA JUGA: China Siapkan Superkomputer untuk Internet Berkecapatan Tinggi

Namun, saat ini para peneliti di Australia sedang membangun superkomputer pertama di dunia bernama DeepSouth yang dapat mensimulasikan jaringan pada skala tersebut.

Ketika DeepSouth hadir tahun depan, teknologi itu akan mampu melakukan 228 triliun operasi sinaptik per detik, menyaingi perkiraan tingkat operasi di otak manusia.

BACA JUGA: Prediksi Superkomputer: Liverpool Gagal Pertahankan Gelar Premier League

Kemampuan ini berguna untuk lebih memahami bagaimana otak dapat menggunakan kekuatan kecil untuk memproses informasi dalam jumlah besar.

Jika para peneliti dapat memecahkan masalah itu, suatu hari nanti mereka dapat menciptakan otak cyborg yang jauh lebih kuat daripada otak manusia.

Pekerjaan itu juga dapat merevolusi pemahaman manusia tentang cara kerja otak.

"Kemajuan dalam pemahaman kita tentang bagaimana otak menghitung menggunakan neuron terhambat oleh ketidakmampuan untuk mensimulasikan jaringan mirip otak dalam skala besar," kata Direktur Pusat Internasional Sistem Neuromorfik Western Sydney University Andre Van Schaik.

Menurut Andre, melakukan simulasi jaringan saraf pada komputer standar menggunakan graphics processing unit dan multicore central processing unit terlalu lambat dan memerlukan banyak daya.

"Sistem kami akan mengubahnya," tegas dia.

Sementara itu, peneliti dari Universitas Johns Hopkins Baltimore Ralph Etienne-Cummings yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan kepada New Scientist bahwa DeepSouth akan menjadi terobosan baru dalam studi ilmu saraf.

"Jika Anda mencoba memahami otak, ini akan menjadi perangkat keras untuk melakukannya," kata dia.

Etienne-Cummings mengatakan akan ada dua jenis peneliti utama yang tertarik pada teknologi tersebut, yaitu mereka yang mempelajari ilmu saraf dan mereka yang ingin membuat purwarupa solusi teknik baru di bidang AI.

DeepSouth hanyalah salah satu dari banyak proyek penelitian yang bertujuan untuk menciptakan mesin yang dapat menyaingi otak manusia.

Peneliti lain juga telah mencoba mengatasi masalah yang sama dengan menciptakan "komputer biologis" dengan berbekal tenaga sel-sel otak sungguhan. (businessinsider/ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Baik, Superkomputer IBM Bantu Kembangkan Vaksin Corona


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler