Survei Membuktikan: Kian Sulit Berdemonstrasi dan Protes di Era Presiden Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2020 – 22:18 WIB
Direktur Eksekutif Indikantor Burhanuddin Muhtadi. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia membeber hasil surveinya tentang penilaian publik atas kebebasan menyampaian pendapat belakangan ini.

Melalui survei bertitel Demokrasi, Politik, dan Pilkada di Era Pandemi Covid-19, lembaga jajak pendapat pimpinan Burhanuddin Muhtadi itu mencatat pendapat publik tentang makin sulitnya berdemonstrasi atau menyampaian protes pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: Survei Indikator Politik: Warga Makin Takut Menyatakan Pendapat

Dari 1.200 responden dalam survei tersebut, terdapat 53 persen yang berpendapat agak setuju bahwa warga makin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes. Adapun 20,8 persen responden mengaku sangat setuju dengan pendapat bahwa warga semakin sulit berdemonstrasi.

"Responden yang menilai makin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes 73,8 persen," kata Burhanuddin Muhtadi selaku direktur eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil surveinya secara daring,  Minggu (25/10).

BACA JUGA: Catatan F-PKS terhadap Kinerja Jokowi: Pakai Kata Gagal, Sewenang-wenang

Selanjutnya, ada 19,6 persen responden mengaku kurang setuju dengan pendapat bahwa warga makin sulit berdemonstrasi. Sementara 1,5 persen responnden mengaki tidak setuju sama sekali, sedangkan sisanya 5,1 persen tidak menjawab.

Masih dalam survei yang sama, sebanyak 37,9 persen responden mengaku agak setuju dengan pendapat bahwa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa.

BACA JUGA: Jakarta Diguncang Demonstrasi, Anies Baswedan Takut COVID-19 Makin Menjadi-jadi

Adapun 19,8 persen responden merasa setuju dengan pendapat bahwa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politiknya dengan penguasa.

"Jadi ada 57,7 persen responden yang menilai aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pandangan politiknya dengan penguasa," ungkap Burhanuddin.

Sementara itu, sebanyak 31,8 persen responden mengaku  kurang setuju dengan pandangan bahwa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berseberangan dengan penguasa saat ini.

Kemudian 4,7 persen responden mengaku tidak setuju sama sekali dengan pendapat bahwa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politiknya dengan penguasa. Sisanya, ada 5,8 persen responden tidak menjawab pertanyaan tentang penilaian soal tindakan semena-mena aparat.

Sebagai informasi, Indikator Politik melakukan survei pada 24-30 September 2020. Survei yang melibatkan 1.200 responden dengan metode simple random sampling itu memiliki margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler