Tabrak Tiga Petugas Sekuriti, Pengemudi Kabur

Senin, 01 Januari 2018 – 21:51 WIB
Ilustrasi POlice line. Foto: AFP

jpnn.com, SURABAYA - Tiga petugas sekuriti RS National Hospital, Surabaya bernasib malang di akhir tahun.

Saat berjaga di muka pos pengamanan, sebuah mobil Nissan Grand Livina abu-abu menyeruduk ketiganya.

BACA JUGA: Bertengkar, Sengaja Jatuhkan Teman Perempuan dari Motor

Akibat kejadian itu, seorang menderita luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Petaka itu terjadi kemarin (31/12) sekitar pukul 02.00. Pada saat kejadian, kondisi lalu lintas di sekitar RS National Hospital, tepatnya Jalan Mayjen Yono Suwoyo, lengang.

BACA JUGA: Driver Ojek Online Tewas Tertabrak Metromini

Ketiga sekuriti, yakni Ahmad Dwi Wahono, 33; M. Budi, 35; dan M. Zainuddin, 24; bertugas jaga malam. Mereka berada di pos penjagaan pintu masuk rumah sakit.

Ketika mereka berbincang di depan pos penjagaan, datang sebuah mobil Grand Livina abu-abu dari utara dengan kecepatan tinggi menuju ke pintu masuk rumah sakit.

BACA JUGA: Latihan Menyetir, Mobil Malah Terjun ke Laut

Sejurus kemudian, mobil menyeruduk ketiganya. ''Kejadiannya cepat dan tiga bawahan saya nggak nyangka akan ditabrak,'' ucap Danru Security RS National Hospital Jonson Josua, 40.

Zainuddin dan Budi sempat melompat menyelamatkan diri. Keduanya pun hanya menderita luka ringan.

Sayangnya, tidak demikian dengan Dwi. Moncong mobil mematahkan sejumlah tulangnya.

Hingga kemarin siang, pria asal Jember itu tidak sadarkan diri. ''Kepalanya terluka, bahu kirinya patah,'' lanjut Josua.

Setelah tertabrak, Zainuddin dan Budi sempat meneriaki pelaku agar berhenti.

Namun, mobil tetap tancap gas dan putar balik di Jalan Boulevard Famili Selatan.

Tidak memperlambat laju kendaraan, pengemudi tersebut malah hendak menyosor Zainuddin dan Budi untuk kali kedua.

''Akhirnya dilempar pakai kursi sama anak buah saya. Kaca bagian depan mobil sedikit pecah,'' jelas Josua.

Mobil berhasil melarikan diri. Pengemudi mobil itu melaju ke arah Jalan Babatan, Unesa.

Menurut Josua, pengemudi adalah seorang lelaki muda. ''Dia nyetirnya oleng,'' tambahnya.

Sayang, tidak ada petunjuk yang mempermudah petugas kepolisian untuk menemukan pelaku.

Sebab, closed circuit television (CCTV) tidak menjangkau sudut kejadian.

Kanitlaka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Bayu Halim Nugroho menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kecelakaan tersebut dan akan menyelidiki lebih lanjut.

''Kami koordinasikan dulu kasus ini dengan satuan lainnya,'' ucapnya singkat. (jos/c15/jan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bus Meledak, Puluhan Bocah SD Nyaris jadi Korban


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler