Tak Terima Dipecat, Novel Baswedan Cs Bikin Kantor Pemberantasan Korupsi Sendiri

Rabu, 15 September 2021 – 21:35 WIB
Novel Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dipecat pimpinannya menggelar aksi protes.

Mereka meresmikan kantor pemberantasan korupsi versi mereka sendiri di depan Gedung Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Sindir Ayah Taqy Malik, Sunan Kalijaga: Buset Aku Tertipu Lagi

"Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini," kata kuasa hukum para pegawai KPK yang akan dipecat, Saor Siagian di depan Gedung Dewas, Rabu (15/9).

Pada kesempatan itu, penyidik nonaktif KPK Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo Harahap ikut dalam aksi itu.

BACA JUGA: Pesan Firli Bahuri Buat 57 Pegawai KPK yang Bakal Dipecat

Acara itu juga disokong oleh sejumlah aktivis antikorupsi.

Aksi tersebut juga menampilkan kotak surat untuk Presiden Joko Widodo. Kotak surat itu dibuat dengan harapan Presiden Jokowi segera memberikan sikap dari pemecatan para pegawai.

BACA JUGA: Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Para Penumpang, KAI Terus Beradaptasi di Kala Pandemi

"Presiden harus menepati janjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia," ujar Saor.

Sebelumnya, sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam TWK akan dipecat dengan hormat pada 30 September 2021.(tan/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Yessy
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler