Taktik Guardiola Bisa Dipakai Setien Untuk El Clasico

Minggu, 01 Maret 2020 – 21:54 WIB
Perkiraan susunan pemain El Clasico, Senin (2/3) dini hari WIB versi Marca. Foto: diambil dari Marca

jpnn.com, MADRID - Entrenador Barcelona Quique Setien meyakini Real Madrid lebih membutuhkan hasil positif dalam El Clasico di Santiago Bernabeu, Senin (2/3) dini hari WIB, ketimbang skuadnya.

Barca bertandang ke Bernabeu dengan keunggulan dua poin dari rival abadinya tersebut. "Ini memang pertandingan penting buat kami untuk terus memimpin. Mungkin belum menentukan (gelar juara La Liga). Namun buat mereka, lebih penting, karena jika kami menang maka kami unggul lima poin. Tekanan ada pada mereka," tutur Setien seperti dikutip dari Marca.

BACA JUGA: Pemenang El Clasico Dini Hari Nanti = Juara La Liga Musim Ini

Setien mengaku selalu menonton El Clasico, entah itu dari sofa atau tribune. Bahkan, saat Real Madrid menjamu Manchester City di leg pertama 16 Besar Liga Champions Kamis kemarin, Setien ada di antara penonton di Bernabeu.

'Mereka selalu berbahaya di rumah mereka, dan Anda tahu apa yang akan didapatkan ketika menang dari Madrid atau sebaliknya," kata Setien.

BACA JUGA: Setien Memata-matai Real Madrid di Bernabeu

Saat di Bernabeu pertengahan kemarin, Setien juga mengaku sempat berbicara dengan pelatih City, Pep Guardiola setelah pertandingan.

"Saya tidak datang ke sana untuk menonton Guardiola, saya menonton pertandingan dan Real Madrid. Namun, kemudian kami memiliki kesempatan untuk berbicara tentang berbagai hal. Saya melihat rencana (taktik) yang dia rancang untuk memenangi permainan. Ada hal-hal yang bisa dilakukan City yang mungkin membantu kami, tetapi ada hal lain yang tidak bisa kami lakukan," katanya.

BACA JUGA: Real Madrid Hancur, Kroos dan Guardiola Mengobrol di Luar Ruang Ganti

Salah satu trik yang dimainkan Guardiola di Bernabeu ialah lebih memilih Gabriel Jesus ketimbang striker utama City Sergio Aguero. Guardiola memasang Jesus sebagai penyerang kiri, pos di mana dia harus berhadapan langsung dengan bek kanan Madrid, Dani Carvajal.

Trik itu membuat Carvajal yang senang bermain naik ke atas, terpaksa lebih sering berada di bawah menemani laju Jesus. Itu sesuatu yang mungkin bisa Antoine Griezmann lakukan di El Clasico nanti.

Setien juga bisa menggunakan Martin Braithwaite, ketika Barca lebih membutuhkan lebih banyak percikan dalam serangan.

Guardiola memasukkan Raheem Sterling di saat City membutuhkan alternatif lain untuk menggempur pos Carvajal. Buat Barcelona, alternatif itu juga bisa dibebankan ke pundak Ansu Fati. Meski Ansu Fati bukan starter reguler, tetapi faktanya pemain muda Barca itu selalu punya ledakan saat turun dari bangku cadangan.

Di atas kertas, Barca yang berstatus tim tamu boleh dibilang lebih di atas angin ketimbang empunya stadion.

Real Madrid sendiri bukan tanpa peluang. Gengsi El Clasico dan keharusan mencapai target juara La Liga musim ini bisa membakar semangat Sergio Ramos Cs.

Dalam konferensi pers, pelatih Real Zinedine Zidane mengatakan telah meminta timnya melupakan semua masalah pribadi dan tim, bersatu jelang El Clasico. 

Los Blancos belum pernah memenangi dua pertandingan terakhir mereka, momen yang sulit dan kemudian kebetulan Barcelona datang di pekan ke-26.

"Kami membutuhkan dukungan positif. Maaf, kami belum mau mendengarkan apa pun kritik jelang laga ini. Kami membutuhkan penggemar kami bersama dari menit pertama hingga terakhir. Saya mengerti bahwa orang-orang sedang kesal, tetapi kami membutuhkan penggemar dan percayalah tim akan memberikan segalanya," ujar Zidane.

"Semua orang bisa mengkritik dan itu juga tugas Anda (media). Kami kehilangan dua pertandingan dan saya akan dikritik. Saya akan terus berjalan bersama pemain saya, itu yang terbaik. Tim akan mencoba keluar dari masa sulit ini," imbuhnya. (mc/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler