Takut Seperti Megaupload, BTJunkie Pilih Mati Sendiri

Senin, 06 Februari 2012 – 23:29 WIB

SAN JOSE - Kecemasan pengelola situs berbagi file (file sharing) menyusul ditutupnya situs Megaupload oleh Departemen Kehakiman, Amerika Serikat pada 20 Januari lalu, mulai menunjukan puncaknya. Diperkirakan karena takut dijerat dengan tuduhan pelanggaran hak cipta, pengelola BTJunkie memilih mematikan servernya. Terhitung Minggu (5/2), tampilan depan situs penyedia indeks torrent tersebut hanya berupa ucapan perpisahan.

"Beginilah akhirnya. Keputusannya tak mudah, tapi kami memutuskan menutupnya secara sukarela. Kami sudah bertahun-tahun melayani Anda untuk saling berbagi, kini saatnya telah tiba," tulis pengelola BTJunkie, seperti dikutip dari slashgear, Senin (6/2).

Sejak hari itu, tampilan depan situs yang berdiri sejak Juni 2005 hanyalah tulisan tersebut dengan latar belakang warna biru tua. Tak disebutkan alasan kenapa situs torrent yang memiliki 4 juta torrent aktif dan per harinya bertambah 4.200 torrent ini mendadak ditutup.

Namun pembahasan RUU PIPA (Protect IP ACT) dan SOPA (Stop Online Piracy Act) diperkirakan menjadi alasan utama. PIPA dan SOPA disponsori oleh industri film dan rekaman yang merasa dirugikan oleh aktivitas file sharing seperti Megaupload atau jaringan bittorent yang menurut mereka merupakan pembajakan online.

Megaupload dan sejenisnya seperti Rapidshare dan Filesonic, menyediakan berbagai file yang bisa diunduh atau diunggah secara bebas. Agar bisa cepat mengunduh, kita dapat menggunakan versi berbayar. Berbagai materi berhak cipta tersedia di server mulai film, lagu, e-book dan sebagainya.

Menurut pendukung SOPA-PIPA materi digital itu memiliki hak cipta dan tentu harus membayar pada pihak yang membuat.

Sementara jaringan bittorent sangat jarang mengutip bayaran tapi mengandalkan iklan. Situs sejenis BTJunkie seperti The Pirate Bay, Torrentz, Isohunt, dan Kickass Torrents cara kerjanya hanya menyediakan daftar materi file yang tersedia.

Sedangkan filenya sendiri tersimpan di komputer masing-masing pengguna atau biasa disebut peer to peer. Apakah ditutupnya BTJunkie merupakan indikasi serangan berikutnya, yang berujung ditutupnya aktivitas file sharing global? Kita tunggu saja. (pra/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakar Rusia Klaim Ada Scorpion di Venus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler