Tanda-Tanda La Nina Segera Datang, BMKG Umumkan Peringatan Dini

Kamis, 21 Oktober 2021 – 08:03 WIB
BMKG mengelurakan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang menjelang datangnya La Nina. Ilustrasi bencana hidrometeorologi. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (21/10).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk waspada akan datangnya fenomena La Nina menjelang akhir tahun ini.

BACA JUGA: Warga Jabodetabek Harap Simak Peringatan BMKG Soal Cuaca Hari Ini, Ada Hujan Lebat

Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan potensi hujan lebat disertai petir hingga angin kencang diprediksi bakal melanda sejumlah wilayah seperti di Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo.

"Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung," tulis BMKG.

BACA JUGA: Kabar Tak Sedap untuk Warga Jatim, BMKG Minta Semua Bersiap

Kemudian, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

BMKG menyebut khusus di wilayah DKI Jakarta pada Kamis, wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Jaksel, dan Jaktim pada siang dan sore hari.

BACA JUGA: Warning Cuaca Buruk! BMKG Minta Warga di Daerah Ini Waspada Malam Nanti, Serius

"Sebagian wilayah Kepulauan Seribu, Jakbar, Jakpus, dan Jakut pada malam dan dini hari," kata BMKG.

BMKG memprakirakan di Jawa Barat, potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga sore hari di wilayah Kab/Kota Bogor, Cianjur, Subang, Kab. Sukabumi, Purwakarta, Bandung Raya, Garut, dan Kab/Kota Tasikmalaya.

Dwikorita menyebut berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru, dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.

"Yaitu sebesar -0.61 pada dasarian I Oktober 2021," beber Dwikorita.

Kondisi tersebut, kata Dwikorita, berpotensi terus berkembang. Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina.

"Diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang hingga Februari 2022," kata dia.

Berdasarkan hasil kajian BMKG pada  kejadian La Nina tahun lalu menunjukkan curah hujan mengalami peningkatan pada November hingga Januari terutama.

Peningkatan terjadi terutama di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70 persen di atas normalnya.

"Adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi," tegas Dwikorita. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler