Tanjung Priok Berhasil Gaet Kapal-Kapal Besar

Senin, 10 April 2017 – 23:40 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara yang menjadi salah satu gerbang ekspor dan impor. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sebuah kapal kargo raksasa dengan kapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) baru-baru ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kapal tersebut jadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar pada pelabuhan di Indonesia.

BACA JUGA: Berharap Kapal Raksasa Lainnya Singgah ke Tanjung Priok

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya, mengungkapkan alasan utama kapal kargo raksasa berlabuh di Indonesia lantaran kuantitas yang dibongkar muat di Indoesia belumlah mencukupi.

Khususnya untuk pengangkutan ke negara tujuan langsung (direct call).

BACA JUGA: Perdana, Pelabuhan TJ Priok Dilayari Kapal Besar

Sistem tol dengan dengan menjadikan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan, membuat lebih banyak kontainer dari pelabuhan domestik lainnya dikirim ke Jakarta, sebelum kemudian dibawa langsung oleh kapal ukuran raksasa.

"Itu kan upaya peningkatan kargo, yang bisa dibawa pergi dari kapal CMA-CGM, next step-nya bagaimana kami improve Tanjung Priok jadi konsolidasi kargo dari daerah dekat langsung ke Jakarta, dari Jakarta ke negara tujuan. Saya yakin akan muncul kapal (raksasa) lain berikutnya," jelas Elvyn di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta.

BACA JUGA: 3 Langkah ini Ditempuh Agar Kapal-kapal Besar Bersandar

Menurutnya, jika dilihat dari infrastruktur pelabuhan hub di Indonesia sudah tak lagi jadi masalah.

Bahkan Pelabuhan New Priok yang baru dibangun bisa menampung sandar untuk kapal raksasa dengan daya angkut kontaner 13.000 TEUs.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini yakni koordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain dan juga pemerintah.

Hal itu perlu dilakukan agar beberapa hub pelabuhan yang sudah ditetapkan bisa berjalan optimal.

Di luar Tanjung Priok, pelabuhan hub lainnya yakni Kuala Tanjung dan Bitung.

Selama ini, dengan kuantitas pengangkutan direct call yang masih sedikit, membuat kontainer terpaksa harus mampir dulu ke negara tetangga seperti Singapura, sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan (transhipment).

"Kami berkoordinasi dengan Pelindo lain, juga Kemenhub, tujuan sama untuk meningkatkan posisi Indonesia yang memiliki banyak pelabuhan agar bersaing di negara tetangga. Kami nggak ada masalah," imbuh Elvyn.

Saat ini saja, kapal raksasa CMA-CGM yang dimiliki perusahaan Prancis ini akan mengangkut sebanyak 2.300 TEUs dari Priok untuk dibawa langsung ke Amerika Serikat.

Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Direncanakan, pada 23 April ada kapal dengan kapasitas yang lebih besar lagi dari perusahaan yang sama, yakni sebesar 10.000 TEUs yang akan bersandar di JICT, Tanjung Priok.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan pemerintah lewat tol laut sudah menetapkan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan.

Sehingga kapal-kapal dari pelabuhan domestik lain akan melakukan transhipment di Jakarta.

Selain itu, beroperasinya kapal roro untuk angkutan truk ke Priok juga akan melipatgandakan jumlah kontainer dari Priok untuk diangkut kapal kargo raksasa.

"Dengan adanya sistem tol laut dan roro, konsolidasi barang akan jadi lebih baik. Kami upayakan berikan insentif ke roro, jadi akan lebih banyak barang yang dibawa dari sini (Jakarta). 23 (April) datang lebih besar lagi, 10.000 TEUs, kami akan undang Pak Presiden (sambut)," ungkap Budi.

Saat ini, baru kapal roro rute Jakarta Lampung yang sudah dibuka. Dalam waktu dekat, Kemenhub juga akan membuka rute kapal roro angkutan truk untuk Jakarta-Surabaya.(flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub Ajak Para Pengusaha Manfaatkan Tol Laut


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler