Tanoto Foundation dan RAPP Mendorong Peneliti Indonesia Menghasilkan Banyak Paten 

Rabu, 12 April 2023 – 13:15 WIB
Tanoto Foundation bersama Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memberikan sumbangan kepada Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI). Foto dok. Tanoto Foundation

jpnn.com - JAKARTA - CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo mengatakan riset adalah bagian penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Tanoto Foundation bersama Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memberikan sumbangan kepada Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI).

Hal itu sebagai upaya Tanoto dan Foundation dan RAPP membangun ekosistem riset dan budaya ilmiah yang unggul, meningkatkan kualitas, serta mendorong produktivitas peneliti nasional.

BACA JUGA: LDII Bangun Arboretum di Lereng Utara Gunung Lawu, Bupati Ngawi: Jadi Pusat Penelitian

"Melalui sumbangan ini kami harap bisa mendorong para peneliti Indonesia menghasilkan lebih banyak publikasi dan paten, upaya ilmiah yang lebih produktif di semua bidang, dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak inovasi untuk kemajuan Indonesia," kata Satrijo Tanudjojo dalam keterangannya dikutip Selasa (12/4).

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro member apresiasi setinggi-tingginya kontribusi Tanoto Foundation dan RAPP.

BACA JUGA: Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN-USAID Gandeng Tanoto 

Menurutnya, ini adalah prestasi yang sangat signifikan, yang mana belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia suatu yayasan dan perusahaan swasta memberi perhatian bagi para generasi muda dosen serta peneliti. 

"Sumbangan ini akan membantu  peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran para dosen serta membantu peneliti melakukan penelitian yang sesungguhnya," kata Prof. Satryo.

BACA JUGA: Tanoto Foundation Membentuk Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan Berorientasi SDGs

DIPI merupakan sebuah badan otonom yang menyediakan pendanaan kompetitif bagi para peneliti Indonesia melakukan penelitian berstandar internasional untuk membangun daya saing secara global. DIPI dibentuk oleh AIPI pada 2016.

Dana yang dikumpulkan nantinya akan digabungkan dengan hasil penggalangan lainnya menjadi dana abadi atas riset dan teknologi non-APBN dan akan dikelola oleh tim yang dibentuk oleh AIPI-DIPI atas persetujuan ketua AIPI. Selain itu, diawasi Dewan Pengawas yang diketuai ketua AIPI.

Diketahui, Indonesia tergolong sebagai negara yang belum mampu menghasilkan inovasi dari penelitian dibanding negara berkembang lainnya. 

Menurut Global Innovation Index 2021, pemeringkatan yang dibuat oleh The World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk menilai input dan output inovasi suatu negara dengan 81 indikator yang berbeda, Indonesia berada di peringkat 87 dari 132 negara global. 

Hal ini disebabkan oleh sulitnya mencari dukungan untuk membiayai proyek penelitian serta sistem penganggaran dan pelaporan keuangan yang tidak fleksibel.

Kemudian, tidak adanya infrastruktur untuk mengalokasikan dan mengalirkan dana untuk peneliti, sistem penganggaran dana yang tidak fleksibel untuk melakukan penelitian ilmiah. Di samping masih rendahnya investasi nasional dalam penelitian dan pengembangan. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler