Tarikan Lexus Kalahkan Lamborghini Aventador

Sabtu, 26 Agustus 2017 – 03:23 WIB
Lexus NX 300. Foto: Toni Suhartono/Indopos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Toyota paling bersemangat menjadi pabrikan otomotif hijau.

Dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) beberapa waktu lalu, pabrikan asal Aichi tersebut memamerkan sejumlah mobil hybrid dan mobil listrik.

BACA JUGA: Menengok Kemewahan dan Kecanggihan 2 Jagoan Baru Lexus

Di antaranya, Toyota Prius, C-HR, Alphard, dan Camry Hybrid.

Executive General Manager Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan, teknologi hybrid Toyota menggunakan sistem Atkinson cycle yang menjaga konsumsi bahan bakar dan suhu mesin pada titik yang paling efisien.

Mobil hybrid Toyota C-HR, misalnya, mampu menempuh jarak 24–29 kilometer per liter.

Pasar mobil hijau secara global juga besar. Alphard Hybrid dan Camry Hybrid, misalnya, sudah terjual sekitar 1.500 unit.

’’Prius sejak generasi pertama bahkan terjual 4 juta unit di 80 negara,’’ ungkap Soerjo, sapaan akrabnya.

Sebagai lini kendaraan premium Toyota, Lexus tentu tidak ketinggalan.

Pada GIIAS lalu, Lexus membawa LS500 hybrid dan ES300 hybrid.

Bedanya dengan Toyota, Lexus lebih berkonsentrasi pada tambahan power dari mesin hybrid-nya, bukan sekadar efisiensi.

’’Mesin hybrid Lexus sejak awal memang didesain full hybrid, jadi bukan mesin konvensional yang ditambahkan dengan hybrid,’’ jelas General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja.

Menurut Adrian, Lexus mengembangkan multistage hybrid yang mampu menyuguhkan torsi awal yang buas seperti mobil konvensional.

Buktinya, mesin LS500 hybrid dapat menyemburkan tenaga 415 hp dan torsi puncak 600 Nm.

Artinya, tarikan mobil itu lebih kencang daripada Lamborghini Aventador yang torsinya 426 Nm meski output power-nya 690 hp.

Pabrikan dari Benua Biru tentu tidak mau kalah dari Jepang.

Mercedes-Benz, misalnya, menyuguhkan E250 Plug-in Hybrid yang menggabungkan mesin konvensional dengan listrik.

’’Makanya, formatnya plug-in,’’ ujar Gregory, product expert Mercedes-Benz Indonesia.

Mesin hybrid milik Mercedes-Benz bisa dijalankan dalam berbagai mode.

Mulai e-mode yang 100 persen menggunakan motor listrik, e-safe yang mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik, sampai mode konvensional di mana combustion engine bakal bekerja normal untuk mengisi baterai.

’’Mesin juga dilengkapi sensor pintar yang membagi kerja motor listrik dan bensin. Jadi, saat full throttle, motor akan membantu akselerasi. Jika kondisi stabil, mesin bensin bakal mengisi catu daya motor listrik,’’ papar Gregory. (agf/c14/noe)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler