Taylor Swift Rilis Lagu Baru, Sindir Pasangan Kimye

Sabtu, 26 Agustus 2017 – 07:12 WIB
Album baru Taylor Swift. Foto: Herald Sun

jpnn.com - Taylor Swift merilis single terbarunya yang diberi judul Look What You Made Me Do, Jumat (25/8) siang WIB. Lagu yang ditulis bersama Jack Antonoff terasa sangat personal bagi Swift.

Mantan kekasih Calvin Harris itu menyebutkan bahwa dirinya kini adalah sosok baru. Yang lama ke mana? ”Swift yang lama sudah mati,” bunyi salah satu lirik.

BACA JUGA: Akhirnya, Kim Kardashian Menyesal Pernah Unggah Foto Ini ke Medsos

Lirik lagu terasa lebih gelap dan edgy. Swift memang berusaha keras menghadirkan image baru dan mengubah gaya bermusiknya. Meski liriknya ada yang bertutur "Saya tak percaya siapapun dan siapapun tak memercayai saya," namun rupanya Swifties masih memuja perempuan yang memiliki signature bold lipstick itu.

Single solo pertama setelah tiga tahun itu langsung menempati posisi puncak chart iTunes hanya dalam hitungan jam. Namun sebagian pendengar ada yang merasa tak asing. Mereka menyamakan bagian reff-nya dengan lagu hit tahun 1991, I'm Too Sexy, dari band Inggris Right Said Fred.

BACA JUGA: Kanye West Kepergok Bareng Cewek Tak Bercelana, Selingkuh Bro?

Sementara itu dari ceritanya, lagu itu seperti ditujukan untuk menyindir haters. Termasuk untuk rekan sesama selebriti yang menjadi seterunya, pasangan Kanye West-Kim Kardashian aka Kimye.

Kesimpulan tersebut didapat dari lirik yang sangat spesifik. ”I don’t like your little games/I don’t like your tilted stage.”

BACA JUGA: Kanye Ngambek, Kylie Jenner dan Bella Hadid Nongkrong di Kamar Mandi

Dikutip dari People, meski tidak menampilkan nama West secara eksplisit, penyebutan tilted stage alias panggung miring sangat mengarah kepadanya. West menggunakan jenis panggung itu untuk tur konser Saint Pablo-nya.

Pada Juli 2016, konflik Swift dengan West meledak setelah Kim membocorkan rekaman telepon antara penyanyi Shake It Off itu dengan suaminya di Snapchat.

Yang bikin masalah, rekaman itu diedit sehingga seolah Swift memberi restu kepada West untuk menjadikan dirinya objek dalam salah satu lirik lagu Famous.

Swift membalasnya di Instagram dengan menyatakan bahwa West tidak pernah berkata akan memanggil dirinya that bitch seperti dalam lagu itu.

”Kamu tidak bisa mengontrol emosi seseorang yang merespons setelah kamu panggil that bitch di hadapan seluruh orang di dunia ini,” tulis Swift sebagai caption.

”Dia (Kanye, Red) berjanji memperdengarkan lagu itu kepada saya. Tapi, dia tak pernah melakukannya,” imbuhnya.

Swift semakin emosi karena Kim menghubungkan emoticon ular dengannya dan fans West membanjiri kolom komentar Swift dengan emoticon itu.

Kompleksnya hubungan Swift dengan Kanye tersebut terjadi sejak 2009 ketika rapper itu menginterupsi pidato kemenangan Swift sebagai pemenang video penyanyi perempuan terbaik di MTV Video Music Awards.

Namun, pada Grammy Awards 2014, mereka terlihat sudah akur dan setahun kemudian Swift yang memberikan piala kepada West di MTV VMAs.

Namun, ada fans yang merasa jika single yang akan masuk dalam album keenam Swift Reputation itu ditujukan untuk Katy Perry. Swift pernah menuturkan bahwa single Bad Blood yang dirilisnya pada 2014 tersebut bercerita tentang teman yang kemudian menjadi musuh.

Dia tak menjawab langsung apakah itu Perry. Namun, Perry mengonfirmasinya, mengatakan tahu bahwa lagu itu untuknya. ”Hati-hati dengan Regina George yang berbulu domba,” tweet-nya.

Perry dengan terbuka menyampaikan bahwa mereka memang ada masalah. Hal itu diungkapkan dalam sejumlah wawancara saat mempromosikan album Witness.

Perry juga berkolaborasi dengan Nicki Minaj (yang juga punya masalah sendiri dengan Swift) untuk lagu Swish Swish. Bahkan, klip lagu yang kabarnya ditujukan untuk Swift itu diluncurkan bersamaan dengan saat Swift mengumumkan rencana album baru pada Rabu lalu.

”Sebenarnya ini seperti dia yang memulai dan ini saatnya dia untuk mengakhiri,” kata Perry kepada James Corden saat sesi Carpool Karaoke. ”Saya sudah mencoba berbicara dengannya. Tapi, dia tidak mau,” tambah Perry.

Meski begitu, Perry sudah membuka diri untuk perdamaian. ”Mungkin saya tidak setuju dengan segala yang dilakukan, begitu pun sebaliknya. Tapi, saya hanya ingin berada di satu kondisi yang penuh cinta, maaf, saling mengerti, dan bersahabat,” ujar Perry. (fam/c16/ayi)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler