Tegaskan Brimob di Ogan Ilir Bukan Penjaga Kebun

Mabes Polri Sebut Bentrok Akibat Kesalahpahaman Warga

Senin, 30 Juli 2012 – 18:18 WIB

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto membantah tudingan bahwa pengerahan ratusan pasukan Brimob di sekitar PTPN II, Cinta Manis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk menjaga perkebunan milik negara itu. Menurutnya, pasukan Brimob dikerahkan untuk membantu satuan kewilayahan.

"Anggota yang lewat di situ bukan mengamankan kebun. Kita melaksanakan patroli, dialogis dan olah TKP di desa tetangga terkait peristiwa ricuh 17 Juli lalu. Pada saat anggota akan melintas di desa Limbang Jaya itu, ada yang melakukan provokasi sehingga terjadi kericuhan antara warga dan satuan," tutur Agus di Jakarta, Senin (29/7).

Menurutnya, 23 truk satuan gabungan polisi dan Brimob yang melewati desa tersebut bukan untuk menakut-nakuti warga desa seperti dugaan masyarakat. Agus justru menyebut kesalahpahaman tersebut mengakibatkan warga menghadang ratusan pasukan Polri.

"Kita kan akan melakukan penegakan hukum. Di desa-desa lain yang telah dilewati, tidak ada masalah. Hanya di desa inilah, warga menghadang. Kita sudah lakukan upaya pencegahan tapi tidak berhasil," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi III DPR, Habib Aboebakar Alhabsyi mengecam keras insiden pembantaian terhadap warga yang dilakukan aparat keamanan terkait konflik agraria, di Ogan Ilir. Politisi PKS itu mempertanyakan Brimob yang diikutsertakan dalam penyelesaian keamanan di wilayah tersebut. Padahal, Komnas HAM sudah merekomendasikan penarikan Brimob dari wilayah tersebut.

Aboebakar mengingatkan polisi agar mengingat kembali bahwa tugas pokok Brimob adalah menanggulangi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat berkadar tinggi. Utamanya seperti kejahatan terorganisir, bersenjata api, terorisme, bom, dan Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR), bukan untuk sengketa agraria tersebut.(flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mabes Polri Kirim Tim Khusus ke Ogan Ilir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler