Tekan Laju Inflasi, Ganjar Jaga Harga Kebutuhan Bahan Pokok Menjelang Ramadan

Rabu, 08 Maret 2023 – 13:23 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat mengecek harga kebutuhan pokok ke sejumlah pasar. Foto dok Pemprov Jateng

jpnn.com, JAWA TENGAH - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi menyebabkan terjadinya inflasi menjelang Ramadan dan IdulFitri 2023.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jawa Tengah di Gumaya Hotel, Kota Semarang.

BACA JUGA: Sambut Ramadan 1444 H, Mak Ganjar Kalbar Gelar Doa Akbar dan Bakti Sosial

"Indikatornya sudah kami ketahui bahwa kemarin yang mendongkrak inflasi itu beras, tapi beras panen rayanya sudah berjalan dan harga mulai turun," ujar Ganjar, Rabu (8/3).

Diketahui, harga beras kualitas medium di Jateng per hari ini berada di kisaran Rp 11.300 dan beras dengan kualitas premium seharga Rp 12.000 per kilogram.

BACA JUGA: Kimia Farma Laboratorium & Klinik Perkenalkan Logo Baru

Harga tersebut cenderung menurun dari bulan-bulan sebelumnya.

Saat ini, Provinsi Jateng sedang memasuki periode panen raya dengan kuantitas panen beras terbesar berada di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta.

BACA JUGA: Pertumbuhan Kredit Bank Jatim Tumbuh Signifikan Sepanjang 2022

Meski begitu, Ganjar beserta jajarannya masih terus berupaya melakukan operasi pasar dan mengecek langsung persediaan, serta alur pendistribusiannya hingga ke tingkat petani untuk memastikan tingkat inflasi tidak meningkat.

"Saya mintakan satu, Badan Usaha Milik Daerah, wabil khusus yang urusan pangan coba semua berkoordinasi untuk mengecek stoknya ada berapa, harganya seperti apa, ambilnya dari mana, jualnya ke mana," jelas Ganjar.

Tingkat inflasi Year on Year (YoY) Jateng pada Februari 2023 mencapai 5,81 persen atau turun sejak 2022 dengan tingkat inflasi 6,4 persen.

Sementara tingkat inflasi Perkembangan Indeks Harga Konsumen Gabungan Enam Kota di Jateng per Februari 2023 sebesar 0,29 persen.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi YoY Jateng hingga memasuki Triwulan III mencapai 5,28 persen.

Dengan kondisi tersebut, perekonomian Jateng masih terbilang normal.

Namun, Ganjar tetap menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperbarui dan memantau komoditas pangan dengan aplikasi SiHati.

"Kami punya aplikasi sistem pemantauan harga komoditi atau SiHati itu. Kami minta itu saja diisi agar bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi di pasar," kata Ganjar.

Sebagai informasi, selain beras, komoditas lain yang memengaruhi inflasi menjelang Ramadan dan IdulFitri yakni bawang merah (Rp 32.270), bawang putih (Rp 31.081), cabai rawit merah (Rp 60.271) dan cabai rawit hijau (Rp 34.106) per kilogram.

Pemprov Jateng juga telah menyalurkan minyak goreng Minyakita sebesar 150.674 liter, dengan harga Rp 14 ribu per kilogram.

Selain itu, Ganjar juga membentuk Tim Satgas Perluasan Digitalisasi Daerah untuk menstabilkan harga.(chi/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler