Teknologi Blockchain Kini Turut Mendukung Ekonomi Hijau

Rabu, 27 September 2023 – 17:06 WIB
Upbit menilai teknologi blockchain berpotensi mendukung pengembangan ekonomi hijau. Foto: dok Upbit

jpnn.com, JAKARTA - VP of Operations Upbit Indonesia Resna Raniadi mengatakan pihaknya melihat potensi besar peranan teknologi blockchain dalam mengembangkan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Seperti diketahui bahwa Perjanjian Paris untuk membuat emisi karbon nol di 2050 telah melahirkan ekonomi hijau yang tujuan utamanya adalah untuk mengurangi bahkan membuat emisi karbon yang merusak lingkungan dan menyebabkan perubahan iklim menjadi nol.

BACA JUGA: Resmi Beroperasi, Digital Center Batam Fokus Dukung Teknologi Blockchain

Pada perjanjian itu usaha mereduksi emisi karbon dilakukan dengan cara beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT), dan dengan mengadakan perdagangan karbon (carbon trading).

"Menuju ekonomi hijau bukanlah hal yang mudah, banyak biaya yang harus dikeluarkan di awal untuk menciptakan teknologi dan infrastruktur yang mendukung. Maka dari itu, pemerintah dan para ahli pun mulai mencari solusi untuk mengembangkan ekonomi hijau, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi blockchain," beber Resna dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/9).

BACA JUGA: Gandeng Nusa, INDODAX Terapkan Teknologi Blockchain di Short Film Festival 2023

Resna membeberkan bahwa peran blockchain untuk ekonomi hijau adalah sebagai pelacakan sumber daya dan rantai pasokan berkelanjutan.

Sebab, dia menilai blockchain dapat digunakan untuk mencatat dengan transparan dan akurat sumber daya alam, seperti kayu, logam, atau air, dari sumbernya hingga ke konsumen akhir.

"Hal ini sangat penting dalam memastikan bahwa sumber daya alam digunakan secara berkelanjutan dan tidak dieksploitasi secara berlebihan," ungkap Resna.

Selain itu, blockchain dapat digunakan dalam industri energi terbarukan untuk memungkinkan perdagangan energi terbarukan secara langsung antara produsen dan konsumen.

"Blockchain juga dapat digunakan untuk mencatat dan mengaudit emisi karbon, memungkinkan perusahaan dan negara untuk memantau dan mengurangi jejak karbon mereka, serta berpartisipasi dalam perdagangan karbon yang efisien," katanya.

Menurut Resna, yang tidak kalah penting blockchain menawarkan tingkat transparasi dan akuntabilitas yang tinggi dalam data dan transaksi.

Blockchain dapat membantu mengatasi masalah penipuan dan greenwashing, serta memastikan bahwa perusahaan dan proyek-proyek yang mengklaim berkontribusi pada ekonomi hijau benar - benar mematuhi praktik berkelanjutan dan berkontribusi pada ekonomi hijau.

"Meskipun blockchain memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi hijau, penting untuk diingat bahwa teknologi ini juga memiliki tantangan, seperti regulasi, biaya pengembangan, dan juga implementasinya," ujar Resna.

Namun, untuk mendukung hal tersebut, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, pihak swasta, dan akademia untuk menciptakan regulasi yang mendukung teknologi blockchain.

"Seperti insentif keuangan untuk perusahaan atau proyek yang menggunakan teknologi blockhain, serta mengadakan edukasi dan pelatihan untuk masyarakat sehingga dapat membantu memperluas pemahaman tentang manfaat teknologi ini, ” pungkas Resna Raniadi.(mcr10/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler