Teknologi Pengendali Banjir PIK2 Jadi Atensi Akademisi dan Mahasiswa IPB

Minggu, 09 Agustus 2026 – 11:55 WIB
Pengendali banjir PIK2 menjadi perhatian akademisi. Foto: source for JPNN

jpnn.com, KABUPATEN TANGERANG - Persoalan banjir di pesisir tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur. Pengelolaan air, pemanfaatan teknologi, hingga keterhubungan berbagai fasilitas menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kawasan perkotaan.

Sejumlah aspek tersebut menjadi perhatian akademisi dan mahasiswa IPB University peserta kunjungan lapangan The 8th International Conference of the Jabodetabek Study Forum 2026 ke kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

BACA JUGA: Dibiayai Utang, Proyek Warning System Banjir Jakarta Dipertanyakan Realisasinya

Melalui kegiatan itu, peserta melihat langsung sejumlah infrastruktur yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan, mulai dari ruang terbuka hijau, pengelolaan air pesisir, hingga sistem pengendalian banjir.

Mahasiswa internasional program Teknik Agroindustri IPB University, Grace Tzonzo, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena ia bisa melihat langsung cara sebuah kawasan menangani persoalan air.

BACA JUGA: Weekend Bareng Keluarga di PIK, Anak Bisa Ikut Kompetisi, Ortu Berburu Promo Rumah

“Kunjungan ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Selama ini saya sering mendengar tentang banjir,” ujarnya.

Grace berasal dari negara yang tidak memiliki wilayah laut. Oleh karena itu, sebelumnya persoalan banjir lebih banyak dia ketahui melalui informasi dan pembelajaran.

BACA JUGA: Akhir Pekan Seru di Batavia PIK, Anak Bisa Lari Bareng Baba, Lili, & Tata

“Di sini saya bisa melihat langsung bagaimana banjir dapat dikendalikan untuk memperbaiki kondisi lingkungan,” katanya.

Perhatian Grace terutama tertuju pada teknologi pompa. Menurut dia, penggunaan otomatisasi dan energi terbarukan menjadi bagian menarik dari sistem tersebut.

“Hal yang paling menarik bagi saya adalah sistem pompanya karena menggunakan teknologi otomatisasi dan juga memanfaatkan energi terbarukan. Itu menjadi salah satu hal yang paling mengesankan,” imbuhnya.

Kepala Teaching Laboratory Departemen Arsitektur Lanskap IPB University Alinda F.M. Zain juga menaruh perhatian pada sistem pengendalian banjir yang diterapkan.

“Kami juga dapat banyak pengetahuan bagaimana kawasan ini yang memiliki keunikan bisa mengendalikan banjir dengan teknologi tinggi,” kata Alinda.

Menurut Alinda, pengalaman melihat sistem tersebut secara langsung dapat menjadi referensi akademik, khususnya dalam mempelajari kawasan pesisir Jakarta dan sekitarnya.

“Mungkin IPB akan melakukan riset di sini kalau boleh. Jadi, kami semua akan belajar banyak supaya bagian utara Jakarta semuanya bisa terhindar dari banjir,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University Prof. Ernan Rustiadi menjelaskan peserta kunjungan itu merupakan para peneliti yang memiliki perhatian terhadap perkembangan megaurban Jabodetabek serta kota besar lainnya.

“Kami ingin belajar bagaimana suatu perusahaan atau korporasi mampu mengelola kawasan suburban baru, kota baru yang berskala besar seperti ini,” ujar Ernan.

Sementara itu, mahasiswa internasional program Magister Ilmu Pangan IPB University asal Kenya, Samuel Kamau, melihat persoalan tersebut dari sisi kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta.

Ia menyoroti bagaimana pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung sektor swasta menyediakan fasilitas perkotaan, termasuk drainase dan pengelolaan air limbah.

“Saya percaya bahwa kolaborasi seperti ini antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk membawa penyelesaian konkret dalam hal-hal tentang urbanisasi,” kata Samuel.

Kunjungan lapangan tersebut tidak sekadar memperlihatkan infrastruktur kepada peserta. Bagi akademisi, sistem yang telah berjalan dapat menjadi bahan untuk memahami bagaimana teknologi, tata kelola, dan perencanaan kawasan bertemu dalam menghadapi persoalan perkotaan. (ikl/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler