JAKARTA—Komisi III DPR RI melalui anggota komisi tersebut Ahmad Yani dan Martin Hutabarat meminta maaf kepada warga Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau yang menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPR-MPR, Jakarta Jumat (6/11). Ahmad Yani, merasa bersalah karena pihaknya baru bisa menemui warga yang telah lebih dari sepekan menggelar aksi di depan gedung wakil rakyat itu.
‘’Kami mohon maaf terlambat menemui bapak-bapak, karena kita sedang reses,’’ ujar Ahmad Yani saat menemui warga Pulau Padang di depan Gedung DPR-MPR, Jumat (6/1).
Seharusnya tambah Yani, aksi seperti ini harus segera ditanggapi oleh pihak terkait sehingga tidak berlarut-larut. Terlebih aksi tersebut dinilai menggangu ketertiban di kawasan Senayan.‘’Seharusnya ada yang menemui,’’ imbuhnya.
Dari pertemuan ini Yani, mengaku siap mengawal aksi protes yang dilakukan warga. Siang ini Yani, mendampingi warga bertemu dengan Pemda, Perusahaan dan Kemenhut.
‘’Kita akan semaksimalmungkin akan memperjuangkan dari masukan bapak-bapak,’’ tambah Yani.
Seperti diketahui, sekelompok warga telah mebangun tenda dan memblokir gerbang DPR-MPR sejak beberapa waktu lalu. Tak hanya menginap, warga juga melakukan aksi jahit mulut sebagai bagian dari aksi protes.
Aksi ini sendiri merupakan bagian dari protes warga terhadap perusahaan kertas PT. RAPP telah menggunakan areal sekitar 41 ribu hektar dari luas total Pulau Padang yang mencapai 110 ribu hektar. Penggunaan lahan ini diprotes karena dianggap mengambil hak warg yang telah lebih dahulu menghuni pulau tersebut.(zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenlu Kesulitan Mencari Rumah Jamilah
Redaktur : Tim Redaksi