Temui Komunitas Penyandang Disabilitas, Ganjar Siapkan Perbaikan Fasilitas Umum

Senin, 30 Januari 2023 – 19:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kaus putih bertemu dengan Komunitas Penyandang Disabilitas Satu Hati dari Klaten. Foto dok tim Ganjar

jpnn.com, SEMARANG - Komunitas Penyandang Disabilitas Satu Hati dari Klaten, rela menempuh perjalanan 5 jam lamanya untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Kota Semarang.

Mereka konvoi dari Klaten menggunakan motor roda tiga yang telah dimodifikasi.

BACA JUGA: Manfaatkan Keterbatasan Lahan, Orang Muda Ganjar Dirikan Hidroponik di Atas Atap

Total ada 8 motor dan 15 orang dari komunitas disabilitas yang datang untuk menemui Ganjar di rumah dinasnya.

Nina Kusumawati, selaku Ketua Komunitas Satu Hati menuturkan, rasa lelah yang dirasakan selama perjalanan menuju Semarang, langsung hilang saat bertemu dengan orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

BACA JUGA: Toksikolog UNAIR: Risiko Rokok Elektrik Lebih Rendah daripada Rokok

"Perjalanan naik motor roda tiga itu hampir 5 jam karena tadi juga hujan di jalan tapi asyik, dan capeknya terbayarkan dengan ketemu bapak, sharing santai dengan bapak alhamdulillah," ujar Nina.

Kepada Ganjar, para anggota Komunitas Satu Hati menyampaikan satu per satu aspirasi mereka.

BACA JUGA: Jalankan Program Petik Masak, Mak Ganjar Bagikan 500 Pohon Cabai di Jakpus

Ada yang mengucapkan terima kasih atas perhatian Ganjar terhadap penyandang disabilitas, ada juga yang menyampaikan keluhan terkait fasilitas umum.

Mereka menginginkan adanya perhatian lebih, serta kebijakan khusus yang dibuat untuk mempermudah hak dan akses para penyandang disabilitas dalam menggunakan sarana dan prasarana fasilitas umum.

"Terutama fasilitas umumnya lebih akses lagi untuk menikmati fasilitas umum," jelas Nina.

Pada September tahun lalu Ganjar juga telah berkunjung ke tempat mereka di Desa Birit, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten atau dikenal juga dengan desa ramah disabilitas.

Di sana, Ganjar menemui para penyandang disabilitas sekaligus menyalurkan bantuan uang tunai, kursi roda hingga kaki palsu.

"Dengan anggota yang kurang lebih 70 orang, mereka menghimpun diri untuk saling menolong. Membanggakan sekaligus mengharukan. Ada yang problemnya cukup serius karena mentalnya juga kena, maka mereka coba berbagi perasaan," ucap Ganjar.

Tak hanya mendengarkan masukan ihwal perbaikan fasilitas umum, Ganjar juga menyebutkan pihaknya selalu bersedia untuk memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para penyandang disabilitas yang ingin mandiri.

"Yang seperti ini pemerintah mesti bantu, maka tadi saya sampaikan 70 orang yang terhimpun butuh dukungan pemerintah, siapkan saja usulannya apa dan kami berikan mereka akses," tegas Ganjar.(chi/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler