Temui Pedemo, Ma’ruf Cahyono: MPR Terbuka Terhadap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 19 Maret 2019 – 18:51 WIB
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono menerima dan berdialog dengan 15 orang perwakilan komunitas Tikus Pithi Hanata Baris di Ruang Samithi, Gedung Nusantara V Kompleks MPR, DPR dan DPD RI, Senin (18/3). Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jendral MPR RI Ma'ruf Cahyono menerima dan berdialog dengan 15 orang perwakilan komunitas Tikus Pithi Hanata Baris, yang melakukan aksi massa menuntut adanya calon presiden Independen pada Pemilu April 2019. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Samithi, Gedung Nusantara V Kompleks MPR, DPR dan DPD RI, Senin (18/3).

Kepada Sesjen MPR, perwakilan Komunitas Tikus Pithi meminta dan mendesak agar MPR melaksanakan sidang istimewa, membahas pencalonan capres dan cawapres independen pada pemilu 2019. Mereka juga meminta agar Sesjen MPR segera menyampaikan tuntutan itu kepada pimpinan MPR sekaligus meminta kepastian waktu, kapan sidang istimewa MPR, tersebut akan dilaksanakan.

BACA JUGA: Temui Pedemo, Ketua MPR Ajak Ciptakan Pemilu yang Damai dan Menggembirakan

“Kami akan menunggu, bahkan rela tidur di sini, sampai mendapat kepastian, kapan waktu sidang istimewa tersebut akan dilakukan,” kata Mindi salah satu perwakilan komunitas Tikus Pithi.

Menurut Mindhi, salah satu alasan komunitasnya menuntut capres dan cawapres independen, adalah karena banyaknya pimpinan di tingkat nasional yang sudah mengalami kemerosotan moral. Terbukti dengan makin banyaknya OTT terhadap pimpinan partai politik. Karena itu, sudah waktunya kedaulatan dikembalikan kepada masyarakat, dengan mengizinkan adanya capres cawapres independen.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Ajak Pemuka Agama Jadi Perekat Persatuan

Mendengar tuntutan perwakilan pedemo, Sesjen MPR mengatakan sudah tepat jika Tikus Pithi menyampaikan aspirasi itu kepada MPR. Karena salah satu tugas MPR adalah mengkaji sistem ketatanegaraan, termasuk menyangkut capres cawapres independen. Apalagi, saat ini Badan pengkajian MPR tengah membahas berbagai isu sistem ketatanegaraan. Seperti garis besar haluan negara, kembali pada UUD 1945 hingga MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Oleh karena itu, Ma'ruf berjanji akan menyampaikan pokok- pokok pikir tentang capres-cawapres independen kepada pimpinan MPR dan juga Lembaga Pengkajian sistem ketatanegaraan yang ada di MPR.

BACA JUGA: Mahyudin: Tak Melakukan Korupsi, Salah Satu Cara Selamatkan Bangsa

“Bahkan, kalau perlu kami juga akan mengundang bapak ibu untuk bertemu dan mendiskusikan aspirasi capres independen ini dengan lembaga pengkajian,” kata Ma'ruf menambahkan.

Intinya, menurut Ma’ruf, MPR sangat terbuka terhadap aspirasi dari masyarakat, terkait sistem ketatanegaraan. Bahkan selama ini MPR berusaha menjaring aspirasi tersebut ke berbagai daerah dan berbagai perguruan tinggi.

“Menyangkut tuntutan Sidang istimewa, saya akan sampaikan ke semua pimpinan MPR, dan pimpinan fraksi serta kelompok DPD di MPR. Saya tidak memiliki wewenang untuk menolak atau mengiyakan, tapi saya menjamin akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan", kata Ma'ruf menambahkan.

Pertemuan Sesjen MPR dengan komunitas Tikus Pithi Hanata Baris berlangsung setelah sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima dan menyampaikan orasi di hadapan masa aksi yang menuntut capres-cawapres independen.

Pada kesempatan itu, Ma’ruf mewakili Pimpinan MPR menerima satu kontainer petisi dari rakyat, yang berisi tuntutan adanya capres cawapres independen.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW: Teroris di Selandia Baru Lupa akan Sejarah Negara Asalnya


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler