Temui Warga Batak, Dahlan Janji Garap Infrastruktur Sumut

Selasa, 30 Oktober 2012 – 01:54 WIB
JAKARTA - Sejumlah warga Batak yang tergabung dalam Perhimpunan Batak Peduli Pembangunan Sumatera Utara (PERBAPPSU) menemui Menteri Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin (29/10). Warga Batak yang sebagian berdomisili di Jakarta ini mengeluhkan lambannya sejumlah proyek infrastruktur di Sumut.

Dahlan dengan sabar medengarkan keluhan delegasi yang dipimpin Gandi Parapat itu. Tidak sia-sia, Dahlan merespon secara baik pengaduan ini. Mantan Dirut PLN ini berjanji akan segera memerintahkan perusahaan plat merah di bawah naungan BUMN, untuk segera menggarap untuk membangun jalan tol Medan-Tebing Tinggi dan peningkatan Bandara Silangit, Tapanuli Utara, agar menjadi bandara internasional.

“Silangit akan menjadi bandara internasional paling lambat Desember. PLN aja mampu membangun Bandara Silangit, apalagi BUMN. Kalau BUMN yang bangun, tender langsung jadi,” kata Dahlan yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pertemuan dihadiri 16 warga Batak, antara lainBendahara Pekan Raya Sumut Eddy  Sijabat, Ketua Umum Forum Pribumi Indonesia Bersatu Sumut Ray Sinambela, mantan anggota DPRD Sumut Burhanuddin Rajagukguk, serta aktivis LSM Pendidikan dan Kesehatan Jakarta Hikmat Siregar.

Selain masalah tol Medan-Tebingtinggi dan Bandara Silangit, leletnya penyelesaian bandara Kualanumu juga disampaikan ke Dahlan. Begitu pun soal Danau Toba, Dahlan begitu antusias menanggapinya.

Dia mengatakan, jika tidak segera dikembangkan Bandara Silangit, maka Danau Toba tetap saja seperti sekarang ini. "Penerbangan dari Malaysia atau Singapura ke Medan hanya  satu jam. Dan, dari Jakarta ke Medan hanya dua jam. Dari Medan ke Toba tujuh jam, mana mau orang ke Toba. Untuk mengangkat Toba ini harus ada tol Medan-Tebing. Tapi bangun tol bias  tahun. Yang paling cepat menjadikan Silangit bandara internasional,” kata Dahlan.

Keindahan Danau Toba, kata Dahlan, seperti Swis. Dahlan berjanji cepat menggarap bandara Silangit. "Yang bisa angkat itu dalam waktu cepat  membangun Bandara Silangit menjadi bandara internasional, karena biayanya tidak banyak untuk menambah landasan pacu  sepanjang 300 m dan ketebalan 5 hingga 10 cm, dan membangun refueling atau tanki bahan bakar,” papar dia.

Soal bandara Kualanamu, Dahlan mengatakan, dirinya sudah menyampaikan ke Presiden SBY bahwa jalan pendukung Bandara Kuala Namu belum ada karena pinjaman untuk pembangunan jalan tersebut belum cair. Untuk mengatasinya, kata Dahlan, nanti perusahaan BUMN yang keroyokan untuk membangun jalan itu. "Uang untuk itu bisa dicari, yang penting mau enggak,” ujar dia.

Pada akhir pertemuan, mantan Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) Sumut, Gandi Parapat, meminta kesediaan Dahlan agar berkenan menerima marga Batak karena Dahlan memiliki karakter dan keberanian seperti orang Batak. Dahlan menyambut baik dan akan menerimanya kalau sudah memenuhi janjinya membangun bandara dan tol di Sumut.

“Nanti kalau pekerjaan kita ini sudah selesai, saya terima. Kalau sekarang, nanti dikira karena sudah diberi marga baru berbuat untuk Sumut,” kata Dahlan.

Pertemuannya sendiri berlangsung hangat. Para delegasi disambut langsung oleh Dahlan di ruang kerjanya. Bahkan Dahlan menyodorkan sendiri botol air mineral ke para tamunya, satu per satu. (sam/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tawarkan Belut ke Jepang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler