Tengah Malam Ada Pihak Laporkan Anies ke Bareskrim, soal Klaim Rp 700 T di Debat Capres

Rabu, 10 Januari 2024 – 17:51 WIB
Tengah malam ada pihak laporkan Anies ke Bareskrim, soal klaim Rp 700 triliun di debat capres. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri, Selasa malam (9/1).

Anies dilaporkan buntut pernyataan tentang anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rp 700 triliun untuk membeli alutista bekas dalam debat capres yang diselenggarakan KPU pada Minggu (7/1).

BACA JUGA: Timnas AMIN: Anies Mengkritik Kinerja Menhan Aktif, Bukan Personal Prabowo

Laporan dilayangkan sejumlah massa dari organisasi kepemudaan (OKP), artis ibu kota, dan unsur sukarelawan pendukung Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran.

Unsur-unsur pemuda dan sukarelawan itu, antara lain Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) dan Relawan Pandawa 5 pimpinan M Ryano Panjaitan serta ada juga perwakilan artis ibu kota dan sejumlah tokoh pemuda, seperti Arief Rasidi, Achmad Suhawi, Diko Nugraha, Ilham A. Rasul, Dedi Jaya Saputra serta Adhery Z Sitompul sebagai penasihat hukum.

BACA JUGA: Diberi Skor 11 dari 100 oleh Anies, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Mereka melaporkan Anies yang diduga melanggar Pasal 45 Ayat 1 UU ITE tentang berita bohong atas pernyataannya dalam debat capres terkait anggaran Kemenhan Rp 700 triliun dan lebih dari setengah prajurit TNI tidak memiliki rumah.

"Kedatangan kami ke Bareskrim ini dalam rangka melaporkan Capres Anies Baswedan yang diduga menyebarkan berita bohong yang disampaikan ke publik dalam debat capres ketiga pekan lalu. Anies diduga melanggar Pasal 45 ayat 1 UU ITE tentang berita bohong terkait pernyataannya soal anggaran Kemenhan Rp 700 triliun. Padahal faktanya tidak sampai Rp 700 triliun anggaran Kemenhan selama lima tahun dan sebagian besar untuk belanja keperluan prajurit TNI bukan hanya untuk beli alutista bekas," ujar Juru Bicara Relawan Pandawa 5 Muhammad Natsir Sihab di Bareskrim, Selasa malam (9/1).

BACA JUGA: Irjen Karyoto: Firli Bahuri Bisa Dijemput Paksa

Menurut Natsir yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI), pihaknya melaporkan hal ini sebagai pembelajaran bahwa tidak boleh menyampaikan berita dan data serampangan di depan publik luas apalagi disampaikan oleh orang selevel Anies Baswedan yang calon Presiden RI.

"Data yang bohong disampaikan Anies untuk mendiskreditkan Prabowo bahkan telah diklarifikasi oleh Timnas AMIN yang meminta maaf atas kesalahan data. Namun terlambat karena hal ini telah dikonsumsi publik dan memecah belah masyarakat akibat data yang fiktif ini," kata Natsir.

"Kami juga melaporkan Anies yang diduga berupaya membocorkan rahasia negara yang sensitif yang disalahgunakan hanya untuk kepentingan politik konstestasi untuk mendiskreditkan Prabowo sebagai Menhan dan Capres," kata Natsir. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menang Total di Debat Cawapres, Gibran Kuasai Media Sosial


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler