Terapi Cahaya pada Bar Khusus Penderita Winter Blues

Jadi Jujukan Orang-Orang Pencari Terang

Sabtu, 21 Desember 2013 – 18:31 WIB
Foto: islandpacket.com

jpnn.com - Musim dingin di Kota Portland, Negara Bagian Oregon, selalu berlangsung lama. Hawa dingin, udara lembap, dan langit yang selalu berawan menjadi siksaan tersendiri bagi para pengidap SAD atau seasonal affective disorder alias winter blues. Tapi, Alex Carlson punya solusi jitu untuk memerangi depresi musiman tersebut.

= = = = = = = = =

BACA JUGA: Korut Ancam Korsel Lagi

ADALAH Lightbar, bar milik Carlson yang unik. Tidak hanya menyajikan berbagai minuman beralkohol dan menciptakan atmosfer "senang-senang", Lightbar yang terletak di jantung Portland itu juga menghadirkan terapi cahaya. "Menu" terakhir itulah yang membuat Lightbar selalu ramai pengunjung. Lebih-lebih pada Desember yang merupakan bulan paling dingin di Oregon.

"Saya lebih senang menyebutnya atmosfer terapi," kata Carlson kemarin (20/12). Sebagai pengidap SAD, dia sangat memahami siksaan yang hadir tiap Desember.

BACA JUGA: Monitor Pemberontak Suriah Asal Indonesia

Seperti langit yang selalu tertutup mendung, para pengidap SAD pun selalu kehilangan semangat pada akhir tahun yang identik dengan liburan. Padahal, seharusnya mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.

Temperatur udara normal di Portland tiap Desember berkisar 4,7 derajat Celsius. Dalam kondisi tertentu, suhu tersebut bisa menjadi jauh lebih ekstrem. Artinya, kota berjuluk City of Roses itu beku. Dalam kondisi seperti itu, para pengidap SAD akan panik. Satu-satunya obat mujarab untuk mengurangi ketegangan adalah cahaya. Kini cahaya itu bisa mereka dapatkan di Lightbar.

BACA JUGA: Wali Kota Diberondong Peluru

Carlson sengaja memasang light boxes, semacam neon boks, di beberapa sudut barnya. Dia juga menghiasi seluruh dinding barnya dengan cahaya warna-warni. Ada neon boks yang berwarna biru langit, ada juga yang magenta. Dua warna dominan pada bar unik itu melambangkan suasana langit pada pagi dan sore, menjelang tenggelamnya matahari.

Bukan hanya sebagai dekorasi, Carlson juga menjadikan neon boks itu sebagai alat terapi. Bahkan, dia juga mendesain beberapa sudut barnya menjadi booth terapi cahaya. Pada area terapi itu, dia memasang neon boks yang memiliki intensitas cahaya sampai 10.000 lux. Para pengidap SAD biasanya bisa menoleransi kekuatan cahaya sampai angka itu.

Carlson menciptakan booth terapi cahaya itu sebagai tempat yang nyaman bagi pengidap SAD. Dia menambahkan kain-kain berwarna putih sebagai kanopi. Booth terapi cahaya tersebut pun tampak seperti kepompong yang hangat bagi para pengidap SAD. Sambil menikmati paparan cahaya dari neon boks, mereka bisa memanjakan telinga dengan mendengarkan musik-musik mengentak yang dimainkan DJ.

Kesuksesan Lightbar itu menggugah seorang pengusaha di Kota Seattle, King County, Negara Bagian Washington, untuk melakukan hal yang sama. Beberapa waktu lalu, si pengusaha juga mendirikan bar mirip Lightbar di kota yang juga akrab dengan suhu dingin tersebut.

"Sebagian besar pengunjung memang hanya nongkrong atau membeli minuman. Tapi, ada juga yang ke sini demi terapi cahaya," ungkap Carlson.

Selama ini, para dokter memang terkesan mengabaikan SAD. Sebab, depresi musiman yang hanya terjadi pada musim dingin tersebut memang tidak berbahaya. Biasanya, dokter hanya akan meresepkan obat penenang atau menyarankan pasien yang mengidap SAD berlibur ke tempat lain yang bersuhu lebih panas. Usai liburan di kawasan yang hangat, keluhan para pasien itu hilang sendiri.

Michael Terman, dosen ilmu kejiwaan Columbia University, mengatakan, tindakan para dokter sudah benar. Sebab, gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan musim dingin tersebut memang bukan penyakit.

Para pengidap SAD hanya cenderung lebih murung, tidak bergairah, dan lebih cepat lelah saat hawa dingin menyergap. "Terapi cahaya akan membuat mood mereka lebih baik," tandasnya. (AP/hep/c11/dos)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... India Tuntut Maaf AS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler