Terapi Sel T CAR Cara Baru Obati Kanker Darah

Rabu, 20 April 2022 – 21:08 WIB
Terapi Sel T Chimeric Antigen Receptor (CAR) merupakan pengobatan kanker darah terkini dan paling modern, yang memberikan harapan baru bagi pasien. Ilustrasi tenaga medis: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Medis dan Konsultan Senior, Onkologi Medis, Parkway Cancer Centre (PCC) Dr Ang Peng Tiam mengatakan seiring kemajuan teknologi medis saat ini, para dokter dan peneliti telah menemukan pengobatan terbaru untuk kanker darah.

Menurutnya, terapi Sel T Chimeric Antigen Receptor (CAR) merupakan pengobatan kanker darah terkini dan paling modern, yang memberikan harapan baru bagi pasien.

Terapi ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan tingkat keberhasilkan yang cukup tinggi. 

“Dalam tiga dekade terakhir, kami telah melihat perkembangan yang luar biasa pada pengobatan baru untuk kanker. Pengobatan tersebut menjadi lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih kecil,” kata Ang Peng, saat diskusi daring, Rabu (20/4). 

Dia menjelaskan pihaknya mengombinasikan beberapa pengobatan untuk mencapai hasil yang lebih baik. 

Di sisi lain, Konsultan Senior Hematologi PCC menjelaskan terapi Sel T CAR dilakukan dengan cara mengambil Sel T dari pasien dan kemudian memodifikasinya di laboratorium hingga dapat mengenali target kanker di dalam tubuh. 

"Setelah proses ini selesai, sel-sel tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien,” jelas Dr Colin Phipps Diong. 

Dia menjelaskan Sel T itu sendiri ialah sel darah putih yang mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal di dalam sistem imun tubuh manusia. 

Namun, lanjutnya, pada pasien kanker darah, kemampuan Sel T terganggu, sehingga tidak dapat mendeteksi atau menghancurkan sel-sel kanker tersebut.

"PCC akan terus mengembangkan keahlian dan layanan agar dapat senantiasa memberikan pengobatan kanker darah yang terkini," ujarnya. 

Dr Colin menekankan di era pengobatan kanker yang berkembang pesat saat ini, standar sebuah pengobatan memiliki rekam jejak yang panjang.

Pengobatan terkini, kata dia, untuk menyeimbangkan risiko dan efektivitas, dengan efek samping jangka panjang yang dapat diketahui. 

"Setelah menyelesaikan proses-proses tersebut, pasien kemudian akan melalui fase pemulihan dan tindak lanjut. Selama 6-8 minggu ke depan, tim dokter akan dengan cermat memantau kondisi pasien dan efek sampingnya," pungkas Dr Colin.(mcr8/jpnn)

BACA JUGA: Inilah Madu Tongkat Ali bagi Kesehatan Tubuh

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai Jika Ada Ciri-Ciri Seperti Ini, Mungkin Kanker Payudara TNBC


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler